Respons Penilaian Baru MSCI, BEI Pastikan Lakukan Ini

Gedung IDX, Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia)
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

Jakarta, VIVA – Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik ​memastikan terus menjalin komunikasi dengan para global index provider (penyedia indeks global) termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Dia juga memastikan BEI akan terus menjalin komunikasi dengan para investor global, sebagai upaya untuk memperoleh masukan demi penguatan pasar modal Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan," ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

img_title Jaksa Ungkap Febrie Adriansyah Dikasih Saham Rp14 Miliar Setelah Urus Perkara Ini

Dalam kesempatan ini, Jeffrey mengapresiasi pernyataan MSCI yang telah menerima empat proposal agenda reformasi pasar modal Indonesia."Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI," ujar Jeffrey.

Ia memastikan BEI rutin menggelar pertemuan dengan MSCI, dengan pertemuan terakhir pada 16 April 2026. "Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April (2026)," ujar Jeffrey.

img_title IHSG Berbalik Arah, Sempat Menguat 1% Kini Ambruk 0,75% ke Level 6.200-an

Dalam pengumumannya pada Senin (20/4/2026), MSCI telah mengakui upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan agenda reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

Namun demikian, MSCI masih menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas sumber data, serta langkah-langkah baru dalam konteks penentuan free float dan penilaian investability yang lebih luas.

MSCI mengatakan, masih akan mempertahankan langkah-langkah yang telah diumumkan sebelumnya, yang saat ini berlaku untuk pasar Indonesia, di antaranya pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, konsisten dengan perlakuan terhadap pasar negara lain, MSCI mengumumkan akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). MSCI juga dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai.

Dalam pengumuman terbarunya, MSCI tidak membahas terkait dengan potensi reklasifikasi Indonesia dari status emerging market menjadi frontier market.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut