Manfaat Program MBG Dinilai Sudah Terasa hingga ke Masyarakat Akar Rumput

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VIVA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah dibenahi pemerintah, dinilai oleh sebagian masyarakat telah mulai bekerja di tingkat akar rumput. Hal itu antara lain turut disampaikan oleh Tokoh Pemuda dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia, Ahmad Alimudin. 

img_title Viral Pegawai SPPG Dlingo Olok-olok Korban MBG, Akhirnya Ditegur BGN!

Data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menurutnya telah memperlihatkan dampak awal MBG secara langsung, utamanya dari kalangan orang tua siswa penerima manfaat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, data tersebut merupakan hasil studi RISED di beberapa daerah seperti Cilacap, Semarang, Surakarta, dengan melibatkan sekitar 1800 orang tua siswa penerima MBG. 

img_title Prabowo: Pakar yang Anggap Dirinya Pakar, Saking Pintarnya jadi Goblok!

"Ada temuan yang menarik dari hasil tersebut. Sebagian keluarga merasa pengeluaran harian mereka menjadi lebih ringan. Orang tua jadi lebih jarang menyiapkan bekal, dan uang jajan anak juga mulai disesuaikan," kata Alimudin dalam keterangannya, Jumat, 1 Mei 2026.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah

Photo :
  • tvOne

img_title Gandeng POLRI, PT Pegadaian (Persero) Perkuat Sinergi Pengamanan dan Pemanfaatan Produk

"Dari data ini kelihatan kalau MBG memang ada yang butuh. Khususnya keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.

Alimudin melihat dukungan mayoritas dari akar rumput khususnya di daerah kota-kota kecil, sebagai penanda bahwa program MBG berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, fokus MBG saat ini juga akan menyasar keluarga kurang mampu sebagai prioritas penerima, seperti arahan Presiden yang disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, baru-baru ini.

“Programnya (MBG) terpakai dan ada dampaknya. Dan seperti yang kita tahu, sekarang MBG mulai fokus pada keluarga yang kurang mampu sebagai prioritas penerima," kata Alimudin.

"Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan perang narasi politiknya. Tapi apakah anak-anak Indonesia benar-benar mendapatkan akses makan bergizi yang lebih baik atau enggak,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil laporan RISED yang mensurvei orang tua siswa baru-baru ini di tiga kota di Jawa Tengah menyebut, lebih dari 80 persen keluarga berpenghasilan rendah mendukung agar program MBG terus dilanjutkan. Alasan mereka dinilaj fundamental, yakni karena rasa tenang dimana anaknya dipastikan makan di sekolah sehingga mereka tidak lagi cemas. 

Selain itu, sekitar 8 dari 10 orang tua mengakui bahwa anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan jarang melewatkan waktu makan setelah program MBG berjalan di sekolah.

SPPG Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

BGN Investigasi Penyebab 57 Pelajar Kendari Alami Keluhan Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diuji Lab

BGN masih menginvestigasi penyebab 57 pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

img_title
VIVA.co.id
20 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut