Raksasa Ritel Kembali Efisiensi, 1.000 Karyawan Terdampak

Ilustrasi minimarket
Sumber :
  • iStock

Jakarta, VIVA – Raksasa ritel Amerika Serikat (AS), Walmart memangkas atau merelokasi sekitar 1.000 posisi karyawan korporat sebagai bagian dari restrukturisasi internal perusahaan. Hal tersebut diungkap juru bicara perusahaan yang sekaligus mengonfirmasi jumlah posisi yang terdampak. 

img_title Rupiah Memerah di Rp 17.513 Namun Diprediksi Menguat Ditopang Konsumsi Domestik & Keyakinan Konsumen

Sebelumnya, kabar ini lebih dulu dilaporkan The Wall Street Journal. Perusahaan menyebut langkah ini dilakukan untuk mengurangi duplikasi pekerjaan dan menyederhanakan struktur organisasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut diumumkan melalui memo internal yang dikirim kepada karyawan oleh Chief Technology and Development Officer Walmart Suresh Kumar dan Executive Vice President AI Acceleration, Product and Design Daniel Danker.

img_title Mendag Busan Sebut 60 Persen Produk Lokal dan UMKM Sudah Dijual di Ritel Modern

Dalam memo tersebut, Walmart menjelaskan bahwa selama setahun terakhir, perusahaan telah menyatukan sistem kerja Walmart AS, Sam’s Club, dan bisnis internasional ke dalam satu platform global.

Walmart Store

Photo :
  • corporate.walmart.com

img_title Andalkan Jaringan Ritel Modern di Sejumlah Kota Besar, Bulog Distribusikan Pasokan Beras Premium

“Hal ini memungkinkan kami membangun satu kali dan mengembangkannya secara global, mempercepat inovasi, dan mengurangi duplikasi,” tulis manajemen dalam memo tersebut, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Rabu, 13 Mei 2026.

Walmart mengatakan, pihaknya menemukan beberapa tim yang mengerjakan pekerjaan serupa, sehingga perusahaan memutuskan melakukan penyederhanaan organisasi.

“Kami telah membuat perubahan untuk menyederhanakan bagaimana pekerjaan diorganisasi, memperjelas kepemilikan tugas, dan menyelaraskan peran dengan pekerjaan serta keterampilan yang kami butuhkan ke depan,” tulis memo tersebut.

Restrukturisasi itu mencakup pembaruan sejumlah posisi, penggabungan tim, serta penyesuaian lokasi kerja untuk beberapa peran tertentu. Walmart juga menyebut sebagian karyawan akan mendapat peluang promosi ke posisi yang lebih luas.

Namun perusahaan mengakui perubahan tersebut berdampak pada sejumlah pekerja. “Beberapa pekerjaan telah dikonsolidasikan dan beberapa peran dihapuskan, dan kami memahami hal ini berdampak nyata terhadap individu dan tim,” lanjut isi memo.

Walmart mengatakan, perusahaan akan membantu karyawan terdampak untuk mencari peluang kerja lain di internal perusahaan jika memungkinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, ini bukan pertama kalinya Walmart melakukan efisiensi tenaga kerja. Pada Mei tahun lalu, perusahaan juga memangkas sekitar 1.500 karyawan korporat dengan alasan mengurangi kompleksitas organisasi.

Untuk per Januari 2026, Walmart sendiri memiliki sekitar 2,1 juta karyawan di seluruh dunia.

Ilustrasi karier.

Deretan Peluang Karier Makin Luas di Tanah Air: dari Ritel hingga Teknologi Informasi

Peluang karier di Indonesia makin luas, dari ritel, jasa, dan pariwisata hingga ekonomi digital serta teknologi informasi yang membutuhkan keterampilan baru dan adaptif.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut