Setelah Meta dan Cloudflare, Kini LinkedIn Ikut Pangkas Karyawan
- REUTERS/Robert Galbraith
Di sisi lain, perdebatan mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja masih terus berlangsung. Sebagian eksekutif teknologi menilai AI dapat menggeser banyak pekerjaan manusia, sementara lainnya percaya AI hanya mengubah pola kerja tanpa sepenuhnya menghilangkan tenaga kerja.
Data dari Layoffs.fyi menunjukkan jumlah PHK sektor teknologi melonjak tajam sepanjang tahun ini. Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 103 ribu pekerja teknologi di seluruh dunia kehilangan pekerjaan.
Jumlah itu mendekati total PHK sepanjang 2025 yang mencapai lebih dari 124 ribu pekerja. Platform riset Statista juga melaporkan total PHK sektor teknologi mencapai sekitar 81.700 pekerja hanya pada kuartal pertama 2026.
Angka tersebut menjadi jumlah PHK kuartalan tertinggi sejak awal 2023. Selain itu, sekitar 20 ribu PHK tambahan diumumkan dalam enam minggu pertama kuartal kedua tahun ini.
Lonjakan PHK tersebut menandai berakhirnya periode stabilisasi industri teknologi setelah tekanan pascapandemi beberapa tahun terakhir.
Gelombang efisiensi juga mulai menjalar ke sektor ritel. Walmart dilaporkan memangkas atau merelokasi sekitar 1.000 karyawan korporat setelah perusahaan mengonsolidasikan sebagian operasi teknologi global dan AI mereka.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Walmart mengatakan perubahan itu dilakukan untuk penyelarasan organisasi dan penyederhanaan pengambilan keputusan, bukan karena AI menggantikan pekerja secara langsung.
Meski demikian, meningkatnya investasi perusahaan terhadap AI dinilai tetap mengubah prioritas kebutuhan tenaga kerja di banyak sektor industri teknologi global.