Pasar Rumah Second Diproyeksi Kinclong Topang Kinerja Industri Properti

Ilustrasi properti.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Perkembangan pasar sekunder dinilai dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti ke depannya. Hal ini juga sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti.

img_title Kakek 81 Tahun di Bogor Masih Jadi Buruh Tani meski Katarak, Kapolri Turun Tangan

Anggota Satgas Perumahan Panangian Simanungkalit mengatakan, pasar rumah second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun. Ia menilai secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian dikutip dari keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.

img_title Wujudkan Rumah Impian, Intip Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026

Menurut Panangian, rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian. 

Dalam waktu dekat, lanjut Panangian, akan terdapat pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.

img_title Antisipasi Dampak Asap Karhutla Saat Hari Santri, Pesantren di Pekanbaru Siapkan Perlindungan

“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya. Selain itu, akan ada juga skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus yang dirancang bagi masyarakat yang mau menyicil rumah second. 

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut