Ekspor SDA Dikelola Pemerintah, Airlangga Optimis Rupiah Bakal Lebih Stabil

Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini aturan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan cadangan devisa.

img_title Rupiah Menguat ke Rp18.015 per Dolar AS, Pasar Masih Cermati Arah Suku Bunga The Fed

“Terutama untuk menghindari dan menghilangkan trade missinvoicing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas nilai tukar tentunya dengan cadangan devisa yang lebih besar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI)

Photo :
  • [Istimewa]

img_title Rupiah Kembali Loyo, Isu MSCI hingga Harga Minyak Jadi Beban

Menurutnya, pengaturan tersebut dilakukan karena ekspor komoditas SDA menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor nasional.

Airlangga menjelaskan, tiga komoditas utama yang akan menjadi tahap awal pengaturan yakni batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.

img_title Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Masih Tembus Rp18.000, Ini Biang Keroknya

Ketiga komoditas ini dinilai memiliki kontribusi terbesar terhadap ekspor nasional sekaligus berdampak signifikan terhadap penerimaan devisa dan stabilitas ekonomi. Karenanya, pemerintah akan memperkuat pengawasan ekspor melalui BUMN ekspor, yakni Danantara Sumber Daya Indonesia.

Selain itu, transparansi data volume dan nilai ekspor diyakini dapat meningkatkan kredibilitas perdagangan Indonesia di mata pasar global sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan negara, baik dari pajak, bea keluar, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Airlangga juga menilai, tata kelola ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia di hadapan pembeli internasional sehingga membantu menjaga stabilitas harga dan memperluas pangsa pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tahap awal, kata Airlangga, transaksi ekspor masih dilakukan langsung oleh perusahaan eksportir dengan pembeli di luar negeri. Namun, dokumentasi ekspor sudah dilakukan oleh Danantara Sumber Daya Indonesia selama masa transisi tiga bulan yang akan dievaluasi pemerintah.

Selanjutnya, mulai 1 September 2026, seluruh proses ekspor komoditas strategis mulai dari kontrak, pengiriman barang hingga pembayaran akan dilakukan sepenuhnya oleh BUMN yang ditugaskan. (Ant).

Ilustrasi rupiah

Rupiah Menguat Tipis, Rencana BEI Singkirkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sorotan

Rupiah menguat 31 poin ke Rp18.015 per dolar AS pada Selasa, 20 Oktober 2026, seiring rencana BEI mengeluarkan 80 saham HSC dari perhitungan IHSG. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut