Transportasi Publik Memadai Bisa Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Ini Penjelasannya

Ilustrasi penumpang transportasi umum
Sumber :
  • Pixabay/ Ryan McGuire

 

img_title Prabowo Sentil Birokrasi Berbelit: Negara Harus Memudahkan Rakyat

Dia memaklumi bahwa pembangunan transportasi publik ini tidak murah meski program tersebut akan memberikan "benefit yang sesuai" dalam jangka panjang. Bentuknya berupa terbangunnya ekonomi warga, kemunculan aktivitas perniagaan baru, serta pengembalian ke negara berupa pajak."Jadi tidak ada kerugian dari investasi transportasi publik, walaupun investasinya pasti besar," ucap dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

img_title Prabowo Tegaskan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kinclong Bukan Tujuan Akhir Pemerintah

Untuk menalangi kebutuhan pendanaan yang besar di awal itu, Piter menyarankan penerapan kolaborasi swasta dan pemerintah atau Public Private Partnership yang lebih luas di daerah-daerah hingga penerbitan obligasi. Pilihan-pilihan ini bisa berjalan lancar jika didukung proposal yang baik, sosialisasi yang transparan, serta kebijakan pemerintah yang konsisten.

 

img_title Komisi III DPR Ingatkan Peran Vital Calon Hakim Agung: Penegak Keadilan Masyarakat

"Karena investor pasti akan berpikirnya kan lebih kepada risiko," sambungnya.

 

Salah satu risiko ketidakpastian itu datang dari sektor hukum dan politik. Piter mengakui ada kecenderungan perubahan kebijakan atau peraturan dalam pergantian pimpinan, termasuk di daerah, yang nyata berpengaruh pada investasi.

 

"Sehingga dibutuhkan sekali selain hitung-hitungan di dalam proposalnya yang baik, juga harus ada jaminan hukum. Bahwasannya, ini enggak berubah nanti. Takutnya kan berubah rezim, berubah kepala daerah, berubah lagi kebijakannya. Nah, itu kan kacau jadinya," cetus dia.

 

Jika pembangunan transportasi publik di Jakarta itu, seperti KRL, MRT, Light Rapid Transit (LRT), hingga JakLingko, bisa direalisasikan di berbagai daerah, Piter meyakini efek ekonominya akan menyebar pula ke pelosok Indonesia.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Melihat dari efek berantainya, chain effect-nya, saya meyakini dampaknya besar sekali. Yang akan kita ubah dampaknya tidak terbatas pada hal yang terkait dengan transportasi itu sendiri. Tapi dia akan mengubah kotanya," tutup dia.

 

Polusi Udara Jakarta Peringkat Kedua Dunia dengan Kualitas Udara Terburuk

Hati-hati! Kualitas Udara di Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat pada Senin, 24 Agustus 2026 pagi, sehingga masyarakat disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut