Rupiah Diproyeksi Menguat hingga Rp 17.500 per Dolar AS, Ekonom Beberkan 3 Fondasi Penting Penguatan

Ilustrasi uang rupiah
Sumber :
  • ANTARA

Ia juga mencatat, respons pasar terhadap perubahan kebijakan tersebut mulai terlihat cukup nyata. Pada pekan lalu, catat Fakhrul, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan.

img_title Mantri BRI Jaga Asa Pelaku Usaha Cianjur Selatan Meski Terobos Kabut hingga Jalan Terjal

Apabila proses normalisasi fiskal terus berlanjut dan konsistensi kebijakan tetap terjaga, Fakhrul melihat peluang rupiah menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbaik di kawasan pada pekan ini cukup terbuka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain faktor domestik, ia menilai perkembangan geopolitik global juga berpotensi memberikan tambahan momentum positif bagi rupiah.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.847 Meski BI Tetap Intervensi Pasar NDF Jelang Pengumuman BI Rate

Menurutnya, membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan yang lebih permanen akan membantu menurunkan premi risiko global, memperbaiki sentimen pasar negara berkembang, serta mengurangi tekanan terhadap harga energi dunia.

“Apabila proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terus bergerak ke arah yang positif, maka momentum penguatan rupiah dapat menjadi semakin kuat. Risiko geopolitik yang menurun biasanya akan mendorong investor kembali masuk ke aset-aset emerging markets, termasuk Indonesia,” kata Fakhrul.

img_title Gelar FERBI 2026, BI Ajak Masyarakat Jaga Kedaulatan Rupiah Agar Makin Bermartabat di Mata Dunia
Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.737 usai Pasar Respons Positif Rencana Pemerintah Pangkas Kuota BBM Subsidi

Hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.737 per dolar AS. Posisi itu menguat 11 poin atau 0,06 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.748 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut