Raksasa Media PHK 2.000 Karyawan, Divisi Ini Paling Terdampak

Ilustrasi kantor media
Sumber :
  • Pixabay.

Jakarta, VIVA – Raksasa media ternama asal Inggris, BBC, dikabarkan tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.000 karyawan. Langkah tersebut menjadi bagian dari program efisiensi besar-besaran yang dilakukan perusahaan untuk menekan biaya operasional dan menjaga keberlanjutan keuangan di tengah perubahan industri media yang semakin cepat.

img_title Mendikdasmen Beri Kabar Baik! Guru Non ASN Tak Akan di-PHK Meski Tidak Lulus Tes CPNS

Menurut laporan Financial Times, jumlah pekerjaan yang berpotensi dihapus setara dengan sekitar 10 persen biaya tenaga kerja BBC. Dengan jumlah karyawan yang mencapai lebih dari 20.000 orang di berbagai unit operasional, kebijakan ini menjadi salah satu restrukturisasi terbesar yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana pengurangan tenaga kerja muncul saat BBC menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi berita dan hiburan, meningkatnya biaya operasional, hingga tekanan untuk tetap kompetitif di tengah dominasi platform digital dan layanan streaming. 

img_title 1.100 Buruh Sepatu di Lebak Kena PHK, Berharap Bisa Bekerja Lagi

Selain itu, perusahaan juga sedang mempersiapkan diri menghadapi pembahasan pendanaan di masa mendatang bersama pemerintah Inggris. Divisi berita diperkirakan menjadi salah satu unit yang paling terdampak oleh program penghematan tersebut.

Departemen ini mencakup layanan berita televisi, radio, situs web, aplikasi seluler, hingga jaringan operasi regional BBC. Karena menyumbang sekitar seperempat dari total tenaga kerja perusahaan, divisi berita diperkirakan akan menanggung porsi besar dari pengurangan karyawan yang direncanakan.

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

Laporan Financial Times juga menyebut sejumlah program radio berpotensi terkena dampak restrukturisasi. Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan bahwa beberapa layanan kemungkinan akan mengalami perubahan sebagai bagian dari upaya menekan pengeluaran perusahaan.

Pada April lalu, BBC telah mengumumkan target penghematan sebesar £500 juta atau sekitar Rp11,5 triliun dengan asumsi kurs Rp23.000 per poundsterling. Target tersebut ingin dicapai dalam dua tahun ke depan melalui berbagai langkah efisiensi, termasuk memangkas sekitar 10 persen dari anggaran tahunan perusahaan.

Selain mengurangi jumlah pegawai, BBC juga telah menerapkan berbagai kebijakan penghematan lainnya. Beberapa di antaranya adalah mengurangi anggaran perjalanan dinas, membatasi perekrutan karyawan baru, memangkas penggunaan jasa konsultan, serta menekan biaya penyelenggaraan konferensi, acara penghargaan, dan berbagai kegiatan korporasi lainnya.

Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa organisasi tersebut harus mengambil langkah yang tidak mudah demi menjaga masa depan perusahaan. Dalam wawancaranya dengan Financial Times bulan lalu, ia mengatakan BBC perlu membuat 'keputusan sulit dan tidak populer' untuk memastikan organisasi tetap berkelanjutan secara finansial.

Pernyataan serupa juga disampaikan Direktur Jenderal Interim BBC, Rhodri Talfan Davies. Dalam komunikasi internal kepada staf, Davies mengakui adanya ketidakpastian yang muncul akibat rencana perubahan tersebut. 

Ia menegaskan bahwa BBC ingin bersikap transparan mengenai tantangan keuangan yang sedang dihadapi dan kebutuhan untuk melakukan penghematan dalam jumlah besar.

Dampak efisiensi ini diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tetapi juga oleh penonton dan pendengar. Sumber internal menyebut divisi berita dan radio memiliki ruang yang lebih terbatas untuk memangkas biaya tanpa memengaruhi layanan. 

Sebab itu, perubahan pada sejumlah program maupun layanan publik BBC kemungkinan akan mulai terlihat dalam beberapa waktu mendatang. Sebaliknya, beberapa unit lain seperti tim konten dinilai memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menekan pengeluaran tanpa harus melakukan pengurangan pegawai dalam jumlah signifikan. 

Namun demikian, berbagai langkah efisiensi tetap berpotensi mengubah cara BBC menjalankan operasionalnya ke depan. Langkah BBC sendiri terjadi di tengah gelombang PHK yang masih melanda berbagai sektor industri di dunia. Sejumlah perusahaan besar juga melakukan restrukturisasi sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, perubahan teknologi, dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi.

Meta misalnya dikabarkan berencana memangkas sekitar 8.000 pekerjaan atau hampir 10 persen dari total tenaga kerjanya. Sementara itu, Inter IKEA Group mengumumkan penghapusan sekitar 850 posisi kerja sebagai bagian dari penyederhanaan struktur organisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sektor lain, Starbucks juga melanjutkan program efisiensi dengan memangkas sekitar 300 posisi korporat dan menutup sejumlah kantor di Amerika Serikat. Adapun perusahaan keamanan siber Cloudflare mengumumkan pengurangan lebih dari 1.100 pekerjaan secara global setelah meningkatkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam operasional perusahaan.

Bagi BBC, rencana memangkas sekitar 2.000 pekerjaan menjadi salah satu keputusan paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Meski perusahaan menilai langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan, banyak pihak khawatir pengurangan tenaga kerja dalam skala besar dapat berdampak pada kualitas jurnalisme, program siaran, serta peran BBC sebagai salah satu lembaga penyiaran publik paling berpengaruh di dunia.

Bendera Singapura

PHK di Singapura Tembus 4.800 Orang, Tertinggi Sejak Akhir 2020

Jumlah PHK di Singapura mencapai 4.800 orang pada kuartal III 2026, tertinggi sejak akhir 2020. Perusahaan juga mulai mengantisipasi gelombang PHK berikutnya.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut