Dipilih OJK Jadi Bos BEI Definitif, Jeffrey Hendrik Tegaskan Ini

Direktur Utama BEI terpilih Jeffrey Hendrik.
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terpilih periode 2026-2030. Penetapan Jeffrey akan dilakukan dapan RUPS BEI yang akan digelar akhir pekan ini.

img_title Dunia Hadapi Ketidakpastian, Ekonomi Global Diproyeksi Tumbuh 3,4 Persen di 2027

Merespons hal tersebut Jeffrey menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia, serta memperkuat tata kelola dan integritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan dalam empat bulan terakhir. Kemudian juga komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi, integritas, serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia. Kami juga akan terus melakukan pendalaman pasar, baik dari sisi demand maupun supply,” ujar Jeffrey di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip, Jumat, 19 Juni 2026.

img_title IHSG Ditutup Meroket 5,65 Persen ke 5.278,89, Nilai Transaksi Tembus Rp25 Triliun

Jeffrey berharap berbagai upaya reformasi pasar modal yang telah dilakukan, dapat mendorong BEI menjadi Bursa berkelas dunia yang sejajar dengan bursa-bursa negara maju di tingkat global.

“Sehingga, ke depannya potensi BEI untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia dapat segera kita wujudkan,” ujar Jeffrey.

img_title Rupiah Menguat Tipis, Rencana BEI Singkirkan 80 Saham HSC dari IHSG Jadi Sorotan

Sebelumnya, OJK telah menetapkan susunan direksi BEI periode 2026-2030 melalui hasil seleksi calon anggota direksi, yang mana selanjutnya akan disetujui alam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI pada 29 Juni 2026 mendatang.

OJK telah menyelesaikan proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota direksi BEI sesuai ketentuan Pasal 16 Peraturan OJK Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, OJK menetapkan Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, serta Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.

Selanjutnya, Abdul Munim ditetapkan sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan, serta Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum. (Ant)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Saham BBCA Turun Tajam, Begini Perjalanan Harga hingga Klarifikasi Isu Akuisisi

Saham BBCA anjlok ke Rp4.820, terendah dalam lima tahun. Isu akuisisi oleh Haji Isam juga langsung dibantah oleh BCA dan OJK di tengah aksi tekanan jual.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut