Bahlil Bentuk Timsus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan akan segera membentuk tim khusus untuk mengawasi proses pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero). 

img_title Bahlil Bidik PNBP Sektor ESDM Tembus Rp165 Triliun pada 2026, Begini Realisasinya

Tujuannya, untuk mencegah terulangnya masalah pasokan batu bara yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menyebut persoalan pasokan batu bara ini bukan pertama kali terjadi. Kata dia, hal serupa juga terjadi pada 2022 sehingga perlu langkah pengawasan yang lebih ketat agar tidak terulang setiap tahun.

img_title SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

"Kami dari pihak regulator melihat kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Makanya saya membentuk tim. Tim pengadaannya itu dari PLN, Direktur Jenderal Batu Bara, BPKP, Inspektur Jenderal," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.

Bahlil menyebut Kementerian ESDM sebagai regulator menilai pengawasan yang lebih kuat diperlukan untuk memastikan proses pengadaan batu bara berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan pembangkit listrik nasional dapat terpenuhi.

img_title Bahlil Ungkap 5 IUP Memiliki Cadangan Rp5.400 Triliun: Ada di NTB, Juga Papua

Tim pengadaan batu bara nantinya akan melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat tata kelola dan transparansi dalam pengadaan batu bara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah juga membuka kemungkinan melibatkan aparat penegak hukum dalam proses pendampingan guna memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik yang merugikan negara.

"Tidak menutup kemungkinan kita melibatkan juga pendampingan dari para penegak hukum, agar hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi," jelas Bahlil. (Ant)

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong di Istana Merdeka

RI Pangkas Pasokan Gas ke Singapura, PM Lawrence Wong Buka Suara

Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk memprioritaskan kebutuhan domestik. PM Lawrence Wong meminta komitmen kontrak dipatuhi.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut