Penguatan IHSG Dipicu Respons Positif Pasar soal Status Emerging Market RI oleh MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 40 poin atau 0,67 persen di level 6.142, pada pembukaan perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Hal itu seiring respons positif para pelaku pasar, atas klasifikasi pasar modal Indonesia yang masih tetap dipertahankan di Emerging Market oleh MSCI.

img_title Asing Kembali Net Sell Rp1,29 Triliun, Saham BBCA Dilepas Rp766 Miliar saat IHSG Menguat

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus alias Nico menjelaskan, penyedia indeks global MSCI mengakui agenda reformasi pasar modal Indonesia, dan masih tetap mempertahankan klasifikasinya di Emerging Market.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, MSCI masih akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan pasar modal Indonesia, dalam konteks penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi yang lebih luas," kata Nico dalam riset hariannya, Rabu, 24 Juni 2026.

img_title Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

IHSG

Photo :
  • Antara

Nico mengatakan, meskipun pasar modal Indonesia sudah melakukan segala hal, namun tampaknya kepercayaan masih menjadi hambatan utama bagi investor asing khususnya untuk bisa masuk kembali (foreign inflow).

img_title OJK Jatuhkan Sanksi Rp1,5 Triliun, 74 Persen Emiten di Bursa RI Catat Laba

Pasalnya, Nico menilai bukan hanya reformasi yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan, namun juga kebijakan dari pemerintah yang ada saat ini hingga stabilitas politik turut menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.

“Tidak pernah rasanya, Indonesia mengalami tekanan seperti ini yang datang dari berbagai macam penjuru mata angin,” ujar Nico.

Karenanya, Dia pun memproyeksi bahwa pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melemah terbatas.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.050- 6.220,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, pengumuman MSCI juga menyebut bahwa apabila kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI masih akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia.

"Yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Markets," kata MSCI dalam pengumumannya. (Ant).

Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal Buka Suara soal MSCI, Ini Masukan untuk Pemerintah

Wamenlu era presiden SBY, Dino Patti Djalal menyoroti penurunan status pasar modal Indonesai menjadi standalone market oleh MSCI. Dia beri sejumlah masukan

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut