Bukan Cuma Developer, Upbit Indonesia Sebut Industri Kripto Butuh Ragam Talenta Profesional

Upbit Indonesia
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru, seiring berkembangnya industri blockchain dan aset digital di Indonesia.

img_title Intip Masa Depan Radio Tanah Air di Era Digital

Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengatakan, hal itu membuat kebutuhan terhadap talenta dengan berbagai keahlian mulai dari teknologi, kepatuhan (compliance), manajemen risiko, pemasaran, hingga pengembangan bisnis terus meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga pada akhirnya, kondisi itupun membuka alternatif jalur karier bagi para profesional, yang ingin beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

img_title Ketika AI Menjadi Teman Curhat Digital, Mengapa Sebagian Orang Merasa Lebih Nyaman Berbicara dengan Mesin?

Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia Resna Raniadi

Photo :
  • Istimewa

Resna mengatakan, perubahan lanskap industri saat ini menjadi momentum bagi para profesional, untuk mulai mengembangkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

img_title Dana Korban Rp2,47 Triliun Belum Kembali, Bareskrim Sita Aset PT DSI hingga Rp500 Miliar

"Transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari talenta yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi baru seperti blockchain maupun aset digital," kata Resna dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

Seiring semakin matangnya regulasi aset keuangan digital di Indonesia, kebutuhan terhadap talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen juga terus meningkat.

Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga semakin membutuhkan profesional dengan pengalaman dari sektor-sektor konvensional.

"Banyak orang masih menganggap industri kripto hanya membutuhkan developer. Padahal kenyataannya, kami juga membutuhkan profesional di bidang compliance, audit, legal, finance, marketing, hingga customer experience," ujar Resna

"Justru pengalaman yang diperoleh dari industri lain sering kali menjadi nilai tambah yang sangat relevan," ujarnya.

Resna menjelaskan, kemampuan yang telah dimiliki para profesional dari industri tradisional, pada dasarnya dapat diterapkan di ekosistem aset digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman dalam mengelola risiko, memahami regulasi, membangun hubungan dengan pelanggan, maupun mengembangkan strategi bisnis tetap menjadi kompetensi yang dibutuhkan, hanya saja diterapkan pada industri yang berbeda dan terus berkembang.

Meski demikian, Dia menekankan bahwa memasuki industri blockchain tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya. Para profesional juga perlu terus meningkatkan kompetensi melalui proses upskilling, dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut