Reklamasi 223,43 Ha Lahan, Weda Bay Nickel Pulihkan Fungsi Ekologis Kawasan Tambang

PT Weda Bay Nickel
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA – PT Weda Bay Nickel terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pelaksanaan reklamasi dan revegetasi, di area bukaan tambang operasional.

img_title Belajar Keanekaragaman Hayati untuk Buah Hati Tak Harus Membosankan, Bisa Lewat Permainan

Manager Health, Safety, and Environment Weda Bay Nickel, Ronggour Siahaan mengatakan, upaya ini merupakan bagian dari pendekatan berkelanjutan perusahaan, untuk memastikan setiap tahapan operasional berjalan seiring dengan pemulihan fungsi lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"WBN berkomitmen untuk terus melanjutkan langkah-langkah strategis tersebut, guna meminimalkan dampak kegiatan operasionalnya terhadap lingkungan sekitar," kata Ronggur dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

img_title Soroti Tata Kelola Tambang, Nur Alam Titip Pesan ke Prabowo: Penguasa Jangan Jadi Pengusaha!

PT Weda Bay Nickel rehabilitasi DAS di Maluku Utara

Photo :
  • [Istimewa]

Berdasarkan laporan reklamasi terbaru hingga Maret 2026, Weda Bay Nickel telah mereklamasi 223,43 hektare lahan sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi ekologis kawasan operasional tambang.

img_title Pengelolaan Lingkungan Pascatambang dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Komitmen Perusahaan Tambang

"Area reklamasi tersebut tersebar di sejumlah area dalam wilayah operasional WBN, termasuk Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu," ujarnya.

Sementara itu, revegetasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana reklamasi, yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM serta sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

Upaya ini juga didukung oleh fasilitas nursery Weda Bay Nickel seluas 2.02 hektare, yang memungkinkan perusahaan untuk menyiapkan dan membudidayakan berbagai jenis tanaman yang dibutuhkan untuk revegetasi di area reklamasi pascatambang.

Proses reklamasi mencakup penataan kembali kontur lahan, penanaman berbagai jenis vegetasi, serta pemantauan pertumbuhan tanaman untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal. Ronggour mengatakan, reklamasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus operasional perusahaan.

“Kami menjalankan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari setiap tahapan operasional, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan hingga pemantauan serta pemulihan area yang telah selesai ditambang," kata Ronggur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan mitra kerja juga turut memperkuat budaya tersebut, sehingga tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang melibatkan karyawan dan mitra kerja. Pada Juni 2026, WBN menanam 1.000 bibit pohon di tiga area operasional, yaitu Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu.

Ilustrasi menanam pohon.

Siswa Halmahera Timur Diajak Belajar Lingkungan dengan Cara Seru, Ada Pesan Penting di Baliknya!

Edukasi mengenai lingkungan tak selalu harus disampaikan melalui materi pelajaran di dalam kelas. Bagi pelajar, mengenal persoalan lingkungan melalui kegiatan interaktif.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut