Indonesia Punya 'Harta Karun' yang Sering Terbuang, Nilai Tambahnya Disebut Capai 9 Kali Lipat

Ilustrasi limbah perkebunan
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Indonesia memiliki beragam sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal meski menyimpan potensi ekonomi besar. Salah satunya berasal dari biomassa atau limbah hasil aktivitas perkebunan yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai sisa produksi. 

img_title Prabowo Ajak Negara-negara BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan Ekonomi

Melalui penerapan ekonomi sirkular, material tersebut dinilai dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan industri baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu biomassa yang memiliki potensi besar berasal dari industri kelapa sawit. Berbagai jenis limbah, mulai dari pelepah dan batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME), dinilai masih memiliki nilai ekonomi apabila dimanfaatkan secara optimal.

img_title Pertamina Patra Niaga Dorong Warga Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

Hal tersebut dijelaskan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Hariyadi. Ia mengatakan, penerapan praktik ekonomi sirkular perlu diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan di industri kelapa sawit nasional, mulai dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga sosial.

Menurutnya, salah satu cara untuk menerapkan ekonomi sirkular adalah dengan mengoptimalkan biomassa sawit seperti pelepah dan batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME).

img_title Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

Ia menyebut penerapan ekonomi sirkular pada biomassa sawit dapat memberikan nilai tambah hingga 8-9 kali lipat. Dengan luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare, Indonesia memiliki potensi produksi biomassa sawit sebesar 261,7 juta ton bahan kering per tahun. 

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen biomassa sawit terbesar di dunia. “Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat spektakuler. Pada saat ini tercatat luas perkebunan sawit mencapai 16,83 juta hektare. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangannya pada Jumat, 17 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, biomassa sawit memiliki berbagai potensi pemanfaatan, antara lain sebagai bahan baku kompos dan pupuk organik, bahan bakar pembangkit listrik biomassa, hingga bahan campuran semen dan konstruksi.

Dengan potensi produksi mencapai 261,7 juta ton per tahun, biomassa sawit juga dinilai dapat menjadi salah satu penopang pengembangan energi terbarukan nasional. Pemanfaatannya tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan industri hilir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut