Dirating Positif oleh Lianhe Credit Rating, Purbaya Pede Panda Bond Bakal Laris di China

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pemerintah bakal menerbitkan obligasi berbasis mata uang Yuan China alias Panda Bond, pada 23 Juli 2026.

img_title Korban Tewas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China Jadi 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Dia mengaku, pemerintah menargetkan penghimpunan dana hingga sebesar US$1 miliar, atau setara dengan Rp 17,89 triliun (asumsi kurs Rp 17.890).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya meyakini, Panda Bond ini akan mendapat sambutan hangat dari para investor di Negeri Tirai Bambu tersebut.

img_title Sudah Enak Jualan Mobil di RI, Merek China Bakal Diminta Bangun Pabrik Sendiri

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Terlebih, lembaga pemeringkat kredit terkemuka asal China, Lianhe Credit Rating, juga telah memberikan penilaian positif terhadap Indonesia sehingga antusiasme investor China pun diyakini bakal tinggi.

img_title Purbaya: Transformasi Birokrasi di Sektor Perpajakan Bikin Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen

"Di China, peringkat utang kita top, di atas. Rata kanan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Dia menambahkan, predikat AAA/Stable yang diberikan Lianhe Credit Rating kepada Indonesia, merupakan sinyal kuat bagi pasar modal Cina. Purbaya mengatakan, status ini juga telah menempatkan obligasi pemerintah Indonesia pada level tertinggi, dalam sistem pemeringkatan di negara tersebut.

"Ini penting sekali. Karena China itu pasar yang besar. Jadi market mereka jelas, amat menjanjikan," ujarnya.

Sebagai informasi, Panda Bond merupakan instrumen surat utang yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik China, dengan menggunakan denominasi Yuan atau Renminbi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Indonesia sendiri bermaksud menerbitkan surat utang ini sebagai strategi diversifikasi sumber pendanaan, di tengah dinamika pasar keuangan global.

Selain itu, langkah ini juga sekaligus bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antara pemerintah Indonesia dan China.

SPKLU mobil listrik di China

China Pangkas Insentif Mobil Listrik

Industri kendaraan listrik China mulai memasuki fase baru setelah pemerintah mengurangi sejumlah insentif yang selama bertahun-tahun membantu penjualan.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut