Jamin Transparansi, Sudaryono Larang Siapapun Manfaatkan Kedekatan Dengannya di Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Istana Negara, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berlangsung secara terbuka, transparan, dan sesuai mekanisme.

img_title BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG Gegara Belum Daftar SLHS

Meski memiliki keluarga, sahabat, teman, rekan, serta jaringan alumni, namun Dia menegaskan bahwa kedekatan pribadi dengannya tidak boleh digunakan untuk memperoleh proyek, pekerjaan, maupun kemudahan dalam pelaksanaan Program MBG. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga memastikan tidak akan memberikan prioritas khusus kepada keluarga, sahabat, rekan, maupun koleganya dalam urusan pekerjaan di lingkungan BGN.

img_title BGN Setop Sementara Operasional MBG di Sejumlah Sekolah Jabar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

“Kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala BGN Sudaryono

Photo :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

img_title Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ, MBG Dihentikan Sementara

Sudaryono pun mengajak masyarakat melaporkan pihak yang mencatut namanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, ketegasan tersebut diperlukan untuk melindungi Program MBG dari praktik percaloan, penyalahgunaan pengaruh, dan berbagai bentuk penyimpangan.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, sahabat, kolega, dan orang-orang yang mengenalnya, karena tidak akan memberikan perlakuan istimewa apabila pembicaraan berkaitan dengan pekerjaan di lingkungan BGN. 

Menurutnya, kedekatan pribadi tidak dapat menjadi dasar untuk mendapatkan proyek, mempercepat tindak lanjut, maupun memperoleh keuntungan tertentu, sebab seluruh persoalan dan usulan harus diproses melalui aturan yang berlaku.

“Saya tidak akan memberikan atensi khusus atau tidak memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan, setiap urusan terkait Program BGN dan MBG harus dibicarakan secara resmi, terbuka, dan dapat diawasi publik serta profesional, dengan seluruh proses dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kita bukan lagi trust in person kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang, yang gelap di private-private room, di restoran. Segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, transparan, dan dilihat orang. Saya kira penting untuk saya sampaikan,” kata Sudaryono. 

Dia juga mengajak seluruh jajaran BGN dan pelaksana Program MBG, untuk membangun sistem kerja yang bersih serta dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memohon dukungan masyarakat dan media untuk ikut mengawasi jalannya program. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut