Sidang Tahunan MPR, Transformasi Ekonomi Prabowo Dinilai Berbuah Manis

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga membutuhkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel, ketahanan pangan, serta kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

img_title Bill Gates Peringatkan Dampak AI, Ekonomi dan Kehidupan Bisa Berubah dalam 20 Tahun ke Depan

Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, Prabowo mengungkapkan rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang 2025 telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun,” kata Prabowo.

img_title Presiden Prabowo Akui Banyak Kekurangan Program MBG, 353 Orang Dipecat dan Minta Pelanggar Dibersihkan

Menurut Presiden, penguatan pengawasan anggaran menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya negara dapat digunakan secara efektif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Kepercayaan terhadap auditor Indonesia juga dinilai semakin kuat setelah BPK terpilih sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) periode 2028–2031 dan anggota United Nations Board of Auditors periode 2026–2032.

img_title Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

Prabowo juga menyoroti capaian swasembada pangan yang menurutnya berhasil diwujudkan lebih cepat dari target empat tahun menjadi satu tahun. Pemerintah, kata dia, telah menghapus 145 aturan yang menghambat penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

“Karena kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang kita targetkan tercapai empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam satu tahun,” ujarnya.

Ia menyebut peningkatan produksi pangan menjadi bantalan penting bagi perekonomian, terutama ketika dunia menghadapi ketidakpastian pasokan pangan dan ancaman El Niño. Prabowo juga mencatat keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen di tengah penurunan harga dan peningkatan volume pupuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent menilai capaian tersebut perlu dibaca bersama indikator makroekonomi. Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sementara inflasi tercatat 2,88 persen dan tingkat pengangguran berada pada 4,65 persen.

“Semua pihak harus objektif melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang. Capaian ekonomi harus diapresiasi, tetapi tidak meniadakan pekerjaan rumah seperti pengangguran dan kemiskinan,” kata Astrio.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut