Bangun Huntap di Bireun Aceh, Permata Bank Syariah & DT Peduli Salurkan Bantuan Rp 660 Juta
- [Istimewa]
Jakarta, VIVA – Permata Bank Syariah bersama lembaga filantropi DT Peduli menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 660 juta, guna mendukung pengadaan 8 unit hunian tetap (huntap) di Bireuen, Aceh, dalam program percepatan pemulihan kehidupan warga terdampak bencana.
Group Head Sharia Business Unit Permata Bank, Muhammed Pinto mengatakan, sinergi ini diarahkan untuk mengonversi dana sosial publik menjadi fasilitas fisik, yang berdampak nyata bagi pemulihan masyarakat di area krisis.
Dia menyatakan, realisasi huntap ini merupakan bentuk intervensi langsung pada sektor pemenuhan kebutuhan dasar.
"Delapan unit rumah ini ditargetkan menjadi fondasi awal bagi warga Bireuen untuk kembali beraktivitas normal dan mandiri. Inisiatif ini bertujuan supaya manfaat pemulihan dapat langsung dirasakan di lokasi-lokasi krisis,” kata Pinto dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ilustrasi bantuan.
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Terkait pengawasan dana, Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menekankan urgensi akuntabilitas manajerial. Pihaknya berkomitmen untuk mengawasi setiap aliran dana sosial secara terukur supaya distribusi tepat sasaran.
"Dengan demikian, dana yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan kepada para penerima manfaat yang terverifikasi,” kata Awaludin.
Dari sisi ekosistem kemitraan, pelibatan lintas sektor sangat krusial dalam mitigasi bencana. Permata Bank Syariah menilai kolaborasi antar lembaga ini dinilai efektif untuk memperbesar skala dampak program pemulihan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Permata Bank Syariah bertekad untuk terus memperluas jaringan kerja sama fungsional demi pemerataan distribusi bantuan infrastruktur di tingkat nasional.
Sebagai pelaksana teknis di lapangan, Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyatakan kesiapan infrastruktur lembaganya dalam mengawal tahapan konstruksi.
“Kami memastikan pembangunan fisik huntap di Bireuen ini memenuhi kualifikasi standar kelayakan hunian pascabencana,” ujarnya.
Keseluruhan alokasi dana tersebut diproyeksikan secara presisi untuk menjamin ketersediaan fasilitas rumah yang aman bagi para warga.
Integrasi antara entitas perbankan syariah dan lembaga amil zakat kini menjadi skema terukur dalam merespons kondisi darurat di daerah rawan bencana.
Pengadaan delapan unit huntap di Kabupaten Bireuen ini diproyeksikan sebagai langkah esensial untuk memulihkan kembali siklus ekonomi setempat secara berkelanjutan. Fasilitas hunian ini akan segera diserahkan kepada keluarga yang telah terdata setelah proses konstruksi dinyatakan selesai sepenuhnya.