DEB Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali, Ketika Keterbatasan Tidak Jadi Penghalang

DEB Pandawa Patra.
Sumber :
  • Dokumentasi Pertamina.

Jakarta, VIVA – Keterbatasan fisik sering menjadikan penyandang disabilitas kesulitan untuk mandiri. Namun, dengan pendekatan yang tepat, Kelompok Pandawa Patra, berhasil membukakan jalan bagi para penyandang disabilitas untuk bergerak maju.

img_title Strategi Pemerintah Capai Ekonomi 6 Persen, Airlangga: Investasi Tumbuh Lebih Cepat dari PDB

Local hero Pandawa Patra, Haryono, menjelaskan bahwa kelompok yang dirintis pada 2017, dulu hanya terdiri dari tujuh anggota penyandang disabilitas. Saat itu, keterbatasan fasilitas dan akses terhadap pelatihan menjadi tantangan utama dalam mengembangkan kegiatan kelompok. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami cukup kesulitan memberikan edukasi kepada teman-teman disabilitas karena keterbatasan fasilitas. Kegiatan belajar masih dilakukan di rumah dengan skala yang sangat kecil. Tempat berkumpul pun sangat terbatas,” kata Haryono.

img_title Beroperasi 24 Jam, Pertamina Buka Posko Medis Gratis di Reok NTT

Perubahan mulai dirasakan pada akhir tahun 2021, saat itu, Pandawa Patra mendapatkan pendampingan dari Pertamina. Sebelum menjalankan program, Pertamina bersama kelompok melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi anggota.

Akhirnya diputuskan konsep integrated farming sebagai solusi. Program ini mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan sebagai media pembelajaran sekaligus pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan. 

img_title Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan Bisa Perkuat Ekonomi Sirkular, Ini Contohnya

Menurut Haryono, langkah tersebut menjadi pembeda karena program tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan memperkuat kapasitas kelompok melalui proses pendampingan yang berkelanjutan. 

“Pertamina tidak langsung memberikan bantuan, tetapi lebih dulu berdiskusi, memetakan kebutuhan kami, lalu menyusun program yang sesuai dengan kondisi anggota,” jelasnya.

Melalui berbagai pelatihan di bidang pertanian dan peternakan, kelompok ini tidak hanya membekali anggota dengan keterampilan baru, tetapi juga menanamkan keberanian untuk mencoba, belajar, dan berkembang. 

Kelompok berhasil memberdayakan penyandang disabilitas dan keluarga rentan dengan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri untuk berkarya.

Kini Pandawa Patra telah memiliki 29 anggota, yang terdiri dari 24 penyandang disabilitas beserta keluarganya, sedangkan lima lainnya adalah keluarga rentan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di sini kami selalu mengatakan kepada teman-teman bahwa Pandawa Patra bukan tempat mencari uang, tetapi tempat belajar. Kalau ingin gagal, silakan gagal di sini. Ketika kembali ke rumah, mereka harus sudah siap dan percaya diri untuk berhasil,” tegasnya.

Martuti (42), salah seorang anggota Pandawa Patra mengaku sangat bersyukur, ia dan anaknya, Bagas Suprianto (21) yang merupakan seorang penyandang disabilitas, bisa tergabung dalam kelompok. Melalui wadah ini, ia mendapat banyak belajar cara menanam, beternak, hingga manfaat lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut