Resmi! Prabowo Luncurkan Proyek PLTS 100 GWp, Target Rampung 2029

Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) untuk Indonesia.

img_title Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Langkah Pertama yang Bakal Dilakukannya Terungkap

Prabowo juga memasang target agresif bahwa seluruh kapasitas PLTS tersebut harus terbangun dalam tiga tahun atau pada 2029.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saudara-saudara sekalian, dan hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 Gigawatt untuk bangsa Indonesia,” kata Prabowo dalam sambutannya pada Acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp, Selasa, 25 Agustus 2026.

img_title Listyo Sigit Masih Berstatus Polisi Aktif Usai Dicopot dari Jabatan Kapolri, Baru Pensiun 2027

Prabowo kemudian memberikan gambaran mengenai besarnya target tersebut. Menurut dia, kapasitas listrik Indonesia saat ini berasal dari berbagai sumber energi, termasuk batu bara, minyak, gas, dan panas bumi.

“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 Gigawatt dari batubara, dari minyak, dari gas, dari geotermal, semua itu 88 Gigawatt,” ujarnya.

img_title Ditunjuk Prabowo Jadi Menperin, Sarmuji: Ini Beban yang Cukup Berat

Dengan kondisi tersebut, pembangunan PLTS 100 GWp dalam waktu tiga tahun menjadi proyek dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah tidak hanya mengejar penambahan pembangkit, tetapi juga ingin mempercepat perubahan struktur energi nasional.

“Kita akan membangun 100 Gigawatt. Dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 Gigawatt dalam tiga tahun (2029),” tegas Prabowo.

Dalam peluncuran tersebut, Prabowo secara resmi memulai program PLTS 100 GWp yang tahap awalnya ditandai dengan pembangunan 14 PLTS di lima provinsi. Ke-14 proyek tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

“Pada sore hari ini, Selasa 25 Agustus 2026. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, berkapasitas total 5,3 Gigawatt peak,” kata Prabowo.

Pemerintah sebelumnya menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, tetapi kapasitas PLTS terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah kemudian menyusun pembangunan PLTS 100 GWp secara bertahap, dengan Tahap I sebesar 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.

Sepanjang 2025, pemerintah membangun 15 pembangkit EBT yang terdiri dari 12 PLTS dan tiga PLTMH dengan nilai Rp103,3 miliar. Pembangkit tersebut telah melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut