IHSG Pagi Ini Naik Tipis, Tapi Sempat Ambruk 1,05 Persen
- Antara
Selain agenda calon Gubernur BI, perkembangan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis juga menjadi perhatian investor di dalam negeri.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Dari pasar global, bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu. Investor masih mencermati meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan juga melemah 0,12 persen. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak menguat 0,34 persen.
Sentimen pasar dibayangi eskalasi konflik dagang AS dan Kanada. Ottawa pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS dengan prinsip "dolar untuk dolar".
Kebijakan tersebut merupakan respons terhadap tarif sebesar 50 persen yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu setelah perundingan perdagangan kedua negara tidak mencapai kesepakatan.
Tarif balasan Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Produk yang terdampak antara lain anggur, semen hingga tongkat hoki.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Selain perkembangan hubungan dagang AS dan Kanada, perhatian investor global juga tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.
Pelaku pasar menantikan data inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta pendapatan dan belanja masyarakat AS. Salah satu data yang menjadi perhatian adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) periode Juli.
PCE merupakan indikator perubahan harga barang dan jasa yang menjadi salah satu ukuran inflasi yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Perkembangan data ekonomi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS. (ant)