Dukung MBG, Kadin Paparkan Program Penguatan Ekosistem Penyediaan Protein ke Mentan Amran

Kadin Indonesia
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA Kadin Indonesia menyampaikan sejumlah program utama Satuan Tugas (Satgas) Protein Kadin, untuk memperkuat ekosistem penyediaan protein nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title Usut Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Periksa Penjual Ompreng Hingga Staf BGN

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Peternakan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Satgas Protein Kadin, Cecep Muhammad Wahyudin menjelaskan, program pertama yakni hilirisasi untuk produk-produk hasil pertanian dan peternakan yang berkaitan dengan protein. Kedua, desentralisasi ayam petelur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketiga, pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia. Keempat, digitalisasi sistem dari hulu sampai dengan hilir,” kata Cecep dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

img_title Menteri Pigai Rekomendasikan BGN Bentuk Unit Pemulihan Korban Keracunan MBG

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

Photo :
  • Istimewa

Dia berharap, program tersebut dapat membangun ekosistem protein yang lebih terintegrasi, sekaligus melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

img_title DPR Soroti Korban Keracunan MBG, Pemerintah Diminta Tanggung Semua Biaya Pengobatan

Cecep bersama WKU Bidang Pertanian Kadin Indonesia sekaligus Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Internal Satgas Protein, Devi Erna Rachmawati, menyampaikan program tersebut saat melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan ekosistem penyediaan protein nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

Dalam audiensi tersebut, Kadin Indonesia juga menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama yang dapat segera dikonkretkan bersama Kementerian Pertanian RI.

Salah satunya terkait pemanfaatan alokasi 3 persen Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alat dan mesin pertanian (Alsintan) bagi klaster atau ekosistem usaha yang mendukung rantai pasok protein.

“Kita mengajukan 3 persen KUR Alsintan itu untuk klasternya dimasukkan. Karena ini akan melibatkan masyarakat, itu menjadi bagian daripada satu ekosistem supply chain,” ujar Cecep.

Selain itu, Kadin Indonesia mendorong percepatan pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia. Untuk mendukung program tersebut, Kadin berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan dalam proses importasi serta akses pembiayaan dengan skema kredit yang lebih lunak dan berjangka panjang.

Kadin Indonesia juga menilai keberadaan off-taker yang terjamin menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem protein yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kadin berharap Kementerian Pertanian dapat membuka ruang kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai salah satu off-taker terbesar dalam ekosistem MBG.

“Kita ingin ada off-taker yang terjamin. Harapannya Kementan bisa membuka wacana untuk kolaborasi dengan BGN sebagai off-taker yang hari ini paling besar,” ujarnya.

Ilustrasi startup.

Regulator hingga Investor Didorong Sinergis Benahi Tata Kelola Ekosistem Startup Nasional

Regulator dan investor dinilai perlu melakukan langkah verifikasi nyata terhadap perbaikan tata kelola di ekosistem startup, dan bukan cuma janji penyelesaian audit.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut