Pengelolaan Lingkungan Pascatambang dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Komitmen Perusahaan Tambang

Petugas merapihkan bibit pohon untuk ditaman di lahan bekas tambang.
Sumber :
  • VIVA / Foe Peace

Jakarta, VIVA Pemberdayaan masyarakat hingga pengelolaan lingkungan pascatambang dinilai menjadi salah satu bagian penting, bagi operasional perusahaan di sektor pertambangan.

img_title Industri Produk Kecantikan Lokal Mulai Berkomitmen Usung Isu Kepedulian Lingkungan ke Konsumennya

Hal itulah yang dilakukan oleh anak usaha dari MMSGI yakni PT Multi Harapan Utama (MHU), yang mengimplementasikannya melalui pemanfaatan aset pascatambang, penguatan institusi ekonomi desa, peningkatan keterampilan, hingga hilirisasi komoditas lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang diberikan perusahaan. Melainkan juga dari perubahan yang dapat terus berlangsung, dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

img_title Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah 100% pada Akhir 2029

“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan hanya dilihat dari berapa besar dukungan yang diberikan perusahaan, tetapi dari perubahan yang dapat terus berjalan setelah program dilaksanakan," kata Kemal dalam keterangannya, Rabu, 2 September 2026.

PT Multi Harapan Utama (MHU)

Photo :
  • [Istimewa]

img_title Tren Produk Pembalut Berkemasan Kertas Ramah Lingkungan Makin Marak, Edukasi Perlu Digencarkan

"Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses, kemampuan, dan kelembagaan yang dapat tumbuh secara mandiri,” ujarnya.

Dia memaparkan, salah satu program tersebut adalah Air Bersih Pascatambang – Pompa Hydram di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui program ini, MHU mengubah kolam atau void pascatambang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.

"Teknologi Pompa Hydram digunakan untuk mengalirkan air, dengan memanfaatkan energi kinetis air sehingga tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar," kata Kemal.

Infrastruktur tersebut terdiri dari tiga unit Pompa Hydram, dua unit hydropur dan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 126 meter kubik. Jaringan distribusinya mencapai lebih dari 3,6 km dan melayani tiga dusun, yakni Donomulyo, Sentuk, dan Rempanga. Secara keseluruhan, program ini telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga masyarakat sekitar tambang.

Pengelolaan fasilitas juga melibatkan BUMDes Payang Sejahtera, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat tapi juga turut mengambil peran dalam keberlanjutan program.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak hanya melihat void sebagai bagian dari proses pascatambang, tetapi sebagai aset yang dapat dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat,” ujar Kemal.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa proses pascatambang dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat sosial yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut