Beras Langka di Ritel Modern, Mendag Busan Minta Bulog Isi Kekosongan

Menteri Perdagangan, Budi Santoso
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) meminta Perum Bulog menggelontorkan pasokan beras ke jaringan ritel modern. Hal itu dilakukan guna mengatasi kelangkaan beras kemasan 5 kilogram di sejumlah ritel.

img_title Wamentan Ungkap Stok Beras RI Tembus 4,5 Juta Ton, Bisa Bertahan 10 Bulan

Budi mengatakan hal itu sangat dimungkinkan. Karena saat ini beras produksi Bulog, baik beras premium maupun medium, mulai diarahkan untuk masuk ke jaringan ritel modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Beras sekarang kan ada beras premium juga dari Bulog ya. Sekarang saya pikir sudah mulai masuk di ritel. Kalau nggak salah namanya Befood," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, dikutip Kamis, 3 September 2026.

img_title Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara Perketat Pengawasan SPHP!

Menurut Budi, beras medium dari Bulog juga akan dipasok ke ritel modern sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan beras. Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Bulog dan asosiasi peritel agar pasokan beras dapat masuk ke jaringan penjualan, termasuk minimarket dan ritel modern.

"Kita koordinasi terus supaya Bulog itu bisa memasok ke Aprindo, ke Hippindo, di asosiasinya ya, di minimarket maupun di ritel modern," jelas Budi.

img_title Singapura Panggil Bos Sawit RI terkait Kabut Asap Karhutla, Ini Kata Mendag

Ia menambahkan, penguatan pasokan tersebut dilakukan agar produk beras dari Bulog dapat tersedia di jaringan ritel dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jadi kita terus supaya produk-produk itu diisi dari Bulog," imbuhnya.

Budi juga menjelaskan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pada dasarnya berperan sebagai pihak yang menjual produk di jaringan ritel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, pemerintah mendorong agar pasokan dari Bulog dapat tersalurkan ke jaringan ritel melalui koordinasi dengan asosiasi tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas ketersediaan beras Bulog di ritel modern sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan mudah.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol Suhasto, (tengah)

Bikin Khawatir! 525 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan Gizi, Ini Merek-mereknya

Satgas Pangan Polri bersama Bapanas kembali mengungkap dugaan peredaran beras fortifikasi yang kandungan gizinya tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut