Prabowo Kebut Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
- Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan hilirisasi sekaligus melanjutkan penataan perusahaan milik negara. Target besar pun dipasang, yakni penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026.
Hal tersebut dibahas Prabowo saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut.
"Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," kata dia, dikutip Sabtu, 5 September 2026.
Selain hilirisasi, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan penataan dan perampingan BUMN yang sebelumnya telah diinstruksikan.
Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp50 triliun.
Namun, proses konsolidasi belum berhenti. Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup sampai akhir Desember 2026.
Restrukturisasi tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.
Penataan dilakukan untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara sekaligus mendorong BUMN menjadi lebih efisien dan sehat.
"Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional," kata Seskab.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Hilirisasi diharapkan mampu memperkuat investasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Pertemuan di Hambalang tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Ant)