4 Jurus Prabowo Agar Rakyat Punya Rumah, KPP hingga BPHTB Gratis

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VIVA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk menjawab kebutuhan, mulai dari Kredit Program Perumahan (KPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga kebijakan pembebasan sejumlah biaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

img_title TVS Temui Prabowo, Bawa Rencana Motor Listrik dan Etanol

Pertama, pemerintah memperbesar akses pembiayaan melalui KPP. Program ini dirancang tidak hanya untuk membantu masyarakat memperoleh pembiayaan perumahan, tetapi juga memberikan alternatif pendanaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maruarar mengatakan KPP diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dan UMKM terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

img_title Prabowo Bentuk Batalyon TNI Baru Buat Berantas Tambang Ilegal hingga Pembalakan Liar

“Kredit perumahan ini diciptakan oleh Presiden Prabowo. Belum pernah ada sebelumnya. Tujuannya memberdayakan UMKM dan melawan rentenir,” ujar Maruarar, dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

Dalam skemanya, kredit di bawah Rp100 juta tidak mewajibkan penerima memberikan jaminan. Bunga yang dikenakan sebesar 0,5 persen per bulan atau sekitar 6 persen per tahun.

img_title Prabowo Mau Sanksi Perusahaan Penyebab Karhutla Diperberat, Digolongkan Terorisme Ekologi

Maruarar membandingkan tingkat bunga tersebut dengan pinjaman dari rentenir yang menurutnya dapat mencapai 3 persen, 5 persen, bahkan 10 persen.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga mendorong pemerintah meningkatkan kuota pembiayaan. Pada Juni 2026, anggaran KPP dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

“Kenapa? Karena berhasil. Kalau nggak berhasil, nggak mungkin dinaikkan kuotanya di tengah efisiensi yang seperti ini,” imbuhnya.

Hingga 16 September 2026, realisasi KPP telah mencapai Rp25,29 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 108 ribu orang. Mayoritas penerima merupakan pelaku UMKM dan masyarakat yang mengakses pembiayaan di bawah Rp100 juta.

Kedua, pemerintah memperbesar skala renovasi rumah melalui BSPS. Program bedah rumah tersebut ditujukan bagi masyarakat yang sudah memiliki rumah tetapi membutuhkan perbaikan agar menjadi hunian yang lebih layak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Target renovasi dinaikkan secara signifikan, dari semula 45 ribu rumah menjadi sekitar 400 ribu rumah dalam satu tahun. Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp8,57 triliun.

Pemerintah juga berupaya memastikan manfaat program tidak terkonsentrasi di daerah tertentu. Maruarar meminta jajarannya memastikan setiap kabupaten/kota di Indonesia memperoleh alokasi minimal 200 unit rumah untuk direnovasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut