Bitcoin Tembus US$87.000, Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Bitcoin.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level tertinggi di US$87.000 pada perdagangan awal pekan ini sejak beberapa bulan terakhir. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin berhasil menembus angka US$87.200, sebelum bergerak kembali di kisaran US$85.000–US$86.000 pada hari ini

img_title 8 Laptop Gaming di Bawah Rp10 Juta untuk Gamer yang Ingin Main Lancar Tanpa Upgrade dalam Waktu Dekat

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai penguatan Bitcoin kali ini didorong oleh beberapa faktor yang datang secara bersamaan, mulai dari masuknya dana institusional, membaiknya sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pergerakan Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik. Selain itu, perkembangan regulasi di Amerika Serikat turut memperbaiki sentimen terhadap ekosistem aset digital secara lebih luas dan turut mendorong harga Bitcoin,” ujar Aloysia dikutip dari keterangannya, Selasa, 22 September 2026.

img_title 10 Laptop Bekas Rp2 Jutaan untuk Mahasiswa Baru, Masih Layak Dipakai Kuliah pada 2026

Dia menjelaskan, Salah satu pendorong utama datang dari arus dana institusional. Berdasarkan SoSoValue, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$1,591 miliar pada 17–21 September. Sentimen tersebut juga terlihat dari Strategy yang sebelumnya membeli 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta pada 14–20 September, sehingga total kepemilikannya mencapai sekitar 846.000 BTC atau senilai US$63,8 miliar.Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat. 

Securities and Exchange Commission (SEC) menerbitkan kebijakan sementara yang membuka ruang lebih luas bagi perdagangan saham yang ditokenisasi melalui blockchain. Kebijakan ini tidak berkaitan langsung dengan Bitcoin, tetapi memperkuat persepsi bahwa teknologi blockchain semakin mendapat ruang dalam sistem keuangan tradisional.

img_title MacBook Neo Punya Banyak Pesaing, Ini 5 Laptop yang Mulai Menantangnya

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Photo :
  • Dokumentasi Indodax.

Dari sisi makro, membaiknya selera risiko di pasar global juga turut memberikan dorongan positif. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi, yang pada gilirannya memperkuat sentimen positif terhadap aset berisiko, seperti Bitcoin. 

Meski demikian, para investor diimbau untuk tetap waspada dan mengantisipasi dinamika ekonomi global serta kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya. 

Aloysia mengingatkan bahwa momentum penguatan Bitcoin dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk memahami dinamika pasar dengan lebih baik, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat harga Bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO),” tambahnya.

Sebagai top crypto exchange Indonesia, Indodax juga mengingatkan investor dan trader untuk tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan momentum harga jangka pendek. Penguatan tajam dapat berjalan beriringan dengan volatilitas yang tinggi, sehingga investor tetap perlu memahami manajemen risiko, mengelola posisi secara disiplin, dan melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Bahlil Tawari Investor Bangun Data Center di Pulau Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawari para investor untuk memanfaatkan pulau-pulau di Indonesia guna membangun data center

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut