Lowongan Kerja di Luar Negeri Tawarkan Gaji Selangit, Waspada Risiko Penipuan!

Ilustrasi lowongan kerja
Sumber :
  • wartaekonomi

Jakarta, VIVA – Informasi lowongan kerja di media sosial semakin mudah ditemukan oleh masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Tawaran bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi, juga kerap menarik perhatian pencari kerja, terutama mereka yang ingin memperoleh penghasilan lebih besar. 

img_title Kabar Gembira, Dua Produsen Otomotif Buka Lowongan Pekerjaan, Terbanyak untuk Posisi Ini

Namun, informasi yang beredar di ruang digital perlu diperiksa kebenarannya sebelum dijadikan dasar untuk mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tidak wajar. Tawaran semacam itu berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan penipuan hingga eksploitasi yang dapat menimbulkan persoalan hukum bagi calon pekerja.

img_title Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini mengatakan, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap informasi lowongan kerja yang beredar melalui platform digital, terutama jika tawaran yang diberikan tidak masuk akal.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang beredar di ruang digital, terutama tawaran yang bersifat too good to be true," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini. 

img_title Mau Cari Kerja di Jakarta? 38 Perusahaan Buka 3.000 Lowongan

Salah satu tawaran pekerjaan yang menjadi sorotan publik pada September 2026 adalah perekrutan tentara bayaran di Rusia. Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyelidiki kemungkinan adanya tindak kejahatan, termasuk penipuan dan eksploitasi, yang berkaitan dengan penawaran pekerjaan tersebut.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares pada Jumat (18/9) menyampaikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia yang menduga kerabatnya menjadi tentara bayaran di Rusia.

KBRI Moskow menginventarisasi dan memeriksa informasi yang disampaikan keluarga atau kerabat mengenai anggota keluarga yang diduga terlibat. Tavares mengatakan, pihak kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan, meskipun bukti lengkap kerap sulit diperoleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KBRI Moskow juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait lainnya untuk memverifikasi laporan-laporan tersebut. Hasil pemeriksaan mengindikasikan, adanya puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen perekrutan di media sosial dengan iming-iming gaji besar.

Mediodecci mengatakan, pencari kerja perlu memeriksa sumber informasi lowongan di luar negeri dan memastikan pekerjaan yang ditawarkan sesuai ketentuan hukum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut