Pasar Data Center Indonesia Makin Dilirik
- www.pixabay.com/Akela999
"Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia. Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kami memperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kami untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia," kata President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah.
Sementara itu, Chief Operating Officer & Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan, Indonesia merupakan pasar kunci bagi PDG sejak kami masuk pada tahun 2019. Pihaknya mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi 'enter-and-expand' dalam memasuki pasar, dan sejak saat itu telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW di negara ini.Â
"Fokus kami akan tetap berpusat pada pengembangan portofolio hyperscale tersebut (termasuk kampus JC2, JC3, dan JC4, dengan ekspansi lebih lanjut yang sedang berjalan) serta memperkuat posisi kepemimpinan kami di Indonesia," kata dia.
Transaksi ini masih pada tahap pemenuhan syarat-syarat penutupan transaksi yang berlaku umum (customary closing conditions).
UBS AG Singapore Branch ('UBS') bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi SM+ dalam transaksi ini.
Â