Danantara Indonesia Pacu Transformasi Tata Kelola Ekosistem BUMN
- Istimewa
Jakarta, VIVA - Danantara Indonesia berkomitmen untuk terus memacu ekosistem tata kelola BUMN, agar bisa mengimplementasikan aspek Good Corporate Governance (GCG) dalam upaya transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
Dengan tujuan itu, Danantara pun membuka peluang untuk memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan standar pengawasan, serta mengembangkan praktik pengelolaan perusahaan yang lebih profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.
Karenanya, selain membangun sistem tata kelola yang baik, Danantara juga mendorong para BUMN menguatkan prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas, dan manajemen risiko, dalam ekosistem BUMN yang tengah bertransformasi tersebut.
Salah satu yang menjadi cerminan dari pencapaian tersebut misalnya pencapaian yang diraih PT Taspen (Persero) dalam Taspen GRC Insight Forum 2026, dengan skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 99,19 dan predikat sangat baik sekaligus sebagai Most Trusted Company.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 PT Taspen (Persero) di Jakarta pada awal Oktober lalu, Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris Taspen, Billy Mambrasar mengatakan, pencapaian positif ini merupakan modal strategis Taspen, untuk memperkuat tata kelola perusahaan BUMN di era transformasi yang tengah dipacu Danantara.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan internal perusahaan, dalam membangun sistem tata kelola yang baik saja. Melainkan juga bentuk penguatan prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas, dan manajemen risiko dalam ekosistem BUMN.
“Dengan skor GCG mencapai 99,19 dan predikat Most Trusted Company, Taspen telah menunjukkan bahwa tata kelola yang kuat dapat dibangun melalui konsistensi, kedisiplinan organisasi, dan pengawasan yang berkelanjutan," kata Billy dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
"Saya melihat pencapaian ini sebagai modal penting bagi Taspen, untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung agenda transformasi Danantara, terutama dalam penguatan standar tata kelola dan pengelolaan resiko BUMN,” ujarnya.
Selain skor GCG yang sangat baik, Danantara menyampaikan bahwa Taspen juga mencatatkan hasil GRC Maturity Assessment pada level Proactive, yang menunjukkan penguatan sistem pengelolaan risiko secara lebih terstruktur dan antisipatif.
Perusahaan juga terus meningkatkan standar integritas melalui transisi Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari ISO 37001:2016 menuju ISO 37001:2025, serta penguatan berbagai sistem manajemen berstandar internasional lainnya.