IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah 1,51 Persen, Jadi 5.247
- Antara
Jakarta, VIVA – Pasar saham Indonesia kembali tumbang di pembukaan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tajam 80,38 poin atau 1,51 persen ke posisi 5.247,98 pada pukul 09.00 WIB. Sejalan, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terjun 10,46 poin atau 1,95 persen ke 525,30.
Padahal kemarin Rabu, IHSG sempat rebound menguat 0,94 persen ke level 5.328,36. Tapi penguatan itu semu.
Data BEI hingga pukul 09.01 WIB menunjukkan tekanan makin brutal. IHSG bahkan sempat menyentuh *5.185,52* dan tercatat turun 2,51 persen atau 133,86 poin ke 5.194,49.
Sebanyak 517 saham melemah, hanya 54 saham yang menguat, dan 108 stagnan. Nilai transaksi tembus Rp1,99 triliun dari 4,06 miliar saham. Kapitalisasi pasar anjlok ke Rp9.197 triliun. 9037
Saham-saham big caps jadi pemberat utama. PT Ekamas Mora Republik (MORA) anjlok 5,35 persen ke Rp3.010, Chandra Asri (TPIA) -4,85 persen ke Rp1.275, Petrindo (CUAN) -4,95 persen, hingga AMMN -3,74 persen. 9037
Dua Dugaan Alasan Penyebabnya
1. Hantu MSCI Masih Gentayangan
MSCI membuka konsultasi publik untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Status itu dua tingkat di bawah saat ini. MSCI kasih deadline sampai Review November 2026. Ini bikin investor asing ketar-ketir.
2. Asing Masih Kabur
Di balik penguatan kemarin, asing tercatat net sell Rp528 miliar. Saham yang paling banyak dibuang: BMRI, ANTM, TLKM, BBRI, dan AADI. f4f0
Analis BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut IHSG hari ini akan bergerak sideways cenderung melemah dengan support 5.150-5.200 dan resistance 5.400-5.480. f4f0
BRI Danareksa bahkan menyebut tekanan bearish belum reda karena indikator MACD masih di zona negatif.
Meski begitu, ada peluang technical rebound jika IHSG mampu bertahan di atas support psikologis 5.200.
Investor disarankan tetap waspada dan jangan FOMO.