Ekspor Melonjak, Neraca Perdagangan Luar Negeri Jabar Surplus USD22,09 Miliar

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati.
Sumber :
  • Pemprov Jabar

Jakarta, VIVA - Nilai neraca perdagangan luar negeri Jawa Barat pada Januari-September 2026 mencetak surplus USD22,09 miliar.

img_title BPS Catat Pengangguran di Jawa Barat Menurun, TPT Agustus 2026 Tersisa 6,67 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, surplus tersebut didapat dari ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 yang mencapai USD31,22 miliar, sedangkan impor USD9,13 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, ekspor Jawa Barat naik 8,06 persen dibanding periode yang sama 2025.

img_title Data BPS Jumlah Pengangguran di Jakarta Turun 12 Ribu Orang

Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD30,97 miliar juga naik 7,97 persen. Demikian juga ekspor migas yang mencapai USD 244,48 juta atau naik 21,97 persen.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-September 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD 515,04 juta (21,72 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar USD 151,32 juta (13,06 persen).

img_title Pengangguran RI Turun 77 Ribu Orang, MagangHub Kemenaker Serap 46 Ribu Tenaga Kerja

Ekspor nonmigas Januari-September 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu USD 5,28 miliar, disusul Filipina sebesar USD2,64 miliar dan ke Jepang sebesar USD2,20 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,67 persen. Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD8,08 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD11,67 miliar.

"Kinerja ekspor sektoral Januari-September 2026 dibanding periode yang sama 2025 mengalami peningkatan di semua sektor. Sektor Migas naik 21,97 persen; sektor Pertanian naik 19,66 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 7,90 persen dan Sektor Pertambangan naik 11,07 persen," ujar Margaretha dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (2/11/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, nilai impor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD9,13 miliar atau turun 1,25 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Impor nonmigas mencapai USD8,58 miliar atau naik 8,04 persen sedangkan impor migas mencapai USD554,20 juta atau turun 48,66 persen.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-September 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektrik sebesar USD341,27 juta (27,82 persen). Sementara, yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD172,95 juta (22,34 persen).

Negara pemasok barang impor Nonmigas terbesar selama Januari-September 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai USD3,66 miliar (42,65 persen), disusul Jepang sebesar USD1,03 miliar (12,03 persen), dan dari Korea Selatan sebesar USD998,58 Juta (11,64 persen).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut