Raksasa Bisnis Amerika di Daftar Pasien Gayus
- http://z.about.com
VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah mengirimkan 151 daftar wajib pajak yang pernah ditangani Gayus Tambunan kepada pihak kepolisian. Yang menarik, di daftar itu ada sejumlah perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, antara lain: Chevron Indonesia Company dan PT Chevron Oil Products Indonesia, PT Ford Motor Indonesia, PT McDermott Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, dan PT Dowell Anadrill Schlumberger.
VIVAnews.com telah meminta konfirmasi kepada beberapa perusahaan itu.
Direktur Komunikasi Korporat Ford Lea Kartika Indra mengatakan perusahaannya tidak pernah berurusan dengan Gayus Tambunan. Ia justru heran mengapa nama perusahaannya masuk dalam daftar.
Namun, Lea mengakui Ford memang memiliki sejumlah kasus sengketa pajak. Sampai saat ini, sengketa itu sudah ada yang diselesaikan, tapi ada juga yang belum tuntas. "Sengketanya kurang bayar dan lebih bayar," katanya.
Perusahaan lainnya adalah PT Newmont Nusa Tenggara. Manajer Komunikasi Korporat Newmont Nusa Tenggara, Kasan Mulyono, mengakui perusahaannya memiliki sejumlah sengketa pajak.
Namun, menurut Kasan, Newmont telah mengikuti proses hukum di pengadilan pajak sesuai ketentuan. Bahkan Newmont telah mendapatkan status sebagai Wajib Pajak Patuh dari Kantor Pajak setiap tahun sejak 2003. "Ini merupakan bukti bahwa Newmont Nusa Tenggara selalu mematuhi semua ketentuan perpajakan."
Gayus adalah pegawai Ditjen Pajak yang bertugas di bagian Penelaah Keberatan serta bagian Banding Ditjen Pajak pada 2007. Dia berurusan dengan para wajib pajak yang menghadapi sengketa perpajakan.
Soal ini makin menyeruak terkait dengan kasus paspor palsu Gayus yang dinyatakan Polri dibuat oleh John Jerome Grice. "John Grice adalah agen CIA dan diketahui oleh Satgas," kata Gayus usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 19 Januari 2011.
Saat dimintai konfirmasinya, juru bicara Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, Paul Belmont, enggan mengomentari soal perusahaan-perusahaan Amerika yang masuk daftar 'pasien' Gayus. Ia hanya mengatakan mengetahui kabar itu hanya dari media.
"Kami mengetahui apa yang terjadi hanya dari media, kami menolak berkomentar karena penyelidikan kasus ini masih berlanjut," ujar Belmont saat dihubungi VIVAnews.com.