Peta Dukungan DPR Bagi Agus Martowardojo Menjadi Gubernur BI

Agus Martowardojo
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Irianto

VIVanews - Wakil Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Harry Azhar Aziz, menyatakan proses uji kelayakan dan kepatutan Menteri Keuangan Agus Martowadojo yang diajukan Presiden SBY sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) akan mulai dilakukan Selasa pekan depan.

"Diharapkan proses itu selesai pada akhir Maret," ujar Harry kepada VIVAnews, Kamis 28 Februari 2013. Harry tak bisa memastikan proses pengujian dan penilaian Agus di parlemen bakal mulus. Nasib calon pemimpin bank sentral periode lima tahun mendatang itu, tergantung pada kesepakatan fraksi-fraksi.

Agus sudah dua kali dicalonkan oleh Presiden SBY, dan jika semua fraksi sepakat menganggap Agus sebagai calon lama, kata Harry, berarti parlemen bisa menyatakan menolak dan mengembalikan usulan presiden. Tapi jika Agus dianggap sebagai calon baru, maka proses fit and proper test itu akan teruskan sampai kepada pemilihan.

"Akan ditanya dulu apakah seluruh fraksi mendukung? Kalau mendukung yang tidak perlu voting. berarti dia menjadi Gubernur BI.  Tapi bisa juga sebaliknya, jika seluruh fraksi sepakat menolak, maka tidak akan terjadi voting dan nama Agus Martowardojo itu dikembalikan kepada presiden," kata Harry.

Apabila ada sebagian fraksi yang setuju dan sebagian fraksi lainnya ada yang tidak setuju, barulah dilakukan voting. Di situlah peluang terakhir Agus untuk menjadi Gubernur BI. "Kalau dia (Agus) mendapat dukungan suara terbanyak, ya dia bisa menjadi gubernur. Kalau suara terbanyak ternyata tidak mendukung dia, ya berarti dia ditolak lagi," kata Harry.

Selain pendapat fraksi di parlemen, Harry menambahkan, penilaian terhadap Agus sebagai calon Gubernur BI juga akan ditentukan oleh pandangan para stakeholders terkait.

"Kami juga akan mengundang para pakar, akademisi, bankir dari asosiasi untuk dimintai pendapatnya mengenai calon gubernur BI yang diusulkan ini. Kita minta pendapat dan pandangan masyarakt terhadap Agus Martowardojo, ini akan menjadi bahan bagi komisi untuk memutuskan," kata Harry.

Dukungan buat Agus 
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arif Budimanta, menyatakan peluang Agus untuk terpilih dan disetujui menjadi Gubernur BI sebenarnya besar. Itu bisa dihitung lewat kekuatan dukungan politik fraksi partai koalisi di parlemen, khususnya Komisi XI.

"Kalau setgab kompak, Pak Agus pasti mudah terpilih menjadi Gubernur BI. Tapi kan hitung-hitungannya tidak selalu sekaku itu, dukungan politik punya kelenturan yang rumit," kata Arif kepada VIVAnews, Rabu 27 Februari 2013.

Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulkieflimansyah, pun menyatakan hal senada. Sebagai Menteri Keuangan yang menjadi mitra kerja Komisi XI selama ini, Agus dinilai mampu mengemban  tugas sebagai Gubernur BI.

"Agus sudah kami lihat sebagai mitra. Kami sudah bisa menakar kelasnya. Dari integritas dan kompetensi sudah tak diragukan. Sekarang tinggal bagaimana Presiden berkomunikasi dengan pimpinan partai," ujar Zulkieflimansyah dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 27 Februari 2013.

Apakah menurut Zul --sapaan Zulkieflimansyah, Setgab Koalisi akan satu suara mendukung Agus Marto? "Saya tak tahu bagaimana dukungan Setgab, itu urusan pimpinan partai. Tapi menurut saya sih mestinya setgab bisa kompak," kata Zul.

Terkait hal ini, M Romahurmuziy sebagai Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, salah satu petinggi partai koalisi, menyatakan meskipun Agus adalah satu-satunya calon Gubernur BI yang diajukan SBY kepada parlemen tapi peluangnya untuk terpilih dan ditolak sama besarnya. "Masih fifty fifty," kata Romi --sapaan Romahurmuziy, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 28 Februari 2013.

Keraguan terhadap Agus
Menurut Romi, ada beberapa pandangan terkait figur Agus yang perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk memilihnya, atau menolaknya menjadi pemimpin bank sentral.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Sahabat Dekat dr Richard Lee Sayangkan Sikap Doktif yang Asal Lapor Polisi: Jangan Dikit-dikit Lapor, Buang Waktu Banyak
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut