Indonesia Pernah Sukses Bikin Terowongan Panjang
Kamis, 21 Maret 2013 - 13:28 WIB
Sumber :
- Antara/ Paramayuda
VIVAnews
- Indonesia sebetulnya mampu membangun terowongan panjang yang digunakan untuk transportasi sejak lama. Sayangnya sejak 100 tahun lalu, Indonesia belum pernah membangun terowongan lagi.
"Indonesia pernah membangun terowongan kereta api, walaupun bukan bangsa kita yang membangunnya," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak di Jakarta, Kamis 21 Maret 2013.
Satu-satunya terowongan panjang yang pernah dibuat Indonesia pada era 2000an adalah terowongan di Waduk Jati Gede di Sumedang, Jawa Barat. Terowongan sepanjang 750 meter dan diameter 10 meter itu pun dibangun untuk mengalihkan air sungai, bukan untuk transportasi.
Hermanto mengatakan, Indonesia tak pernah membangun terowongan untuk transportasi lagi lantaran terkendala biaya. Teknologi terbaru membutuhkan biaya tinggi untuk pembangunan ini. Namun, yang lebih berperan adalah soal drainase yang masih perlu perbaikan.
"Saat ini orang-orang masih berpikir jika hujan terjadi banjir air akan masuk."
Padahal, kata dia, terowongan bisa membuat tata kota menjadi lebih baik. Terowongan juga bisa meminimalkan kendala pembebasan tanah yang kerap terjadi pada pembangunan infrastruktur.
Sekadar informasi, Hindia Belanda telah berhasil membangun terowongan panjang ratusan meter. Beberapa di antaranya Terowongan Wilhelmina di jalur kereta Banjar-Cijulang dengan panjang 1.208 meter, Terowongan Sasaksaat di Bandung barat (949 m), Terowongan Sawahlunto di Sumatera Barat (835 m), Terowongan Eka Bakti Karya di Malang (760 m), Terowongan Mrawan di Banyuwangi (690 m), dan Terowongan Lampegan di Cianjur (687 m).
Baca Juga
"Indonesia pernah membangun terowongan kereta api, walaupun bukan bangsa kita yang membangunnya," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak di Jakarta, Kamis 21 Maret 2013.
Satu-satunya terowongan panjang yang pernah dibuat Indonesia pada era 2000an adalah terowongan di Waduk Jati Gede di Sumedang, Jawa Barat. Terowongan sepanjang 750 meter dan diameter 10 meter itu pun dibangun untuk mengalihkan air sungai, bukan untuk transportasi.
Hermanto mengatakan, Indonesia tak pernah membangun terowongan untuk transportasi lagi lantaran terkendala biaya. Teknologi terbaru membutuhkan biaya tinggi untuk pembangunan ini. Namun, yang lebih berperan adalah soal drainase yang masih perlu perbaikan.
"Saat ini orang-orang masih berpikir jika hujan terjadi banjir air akan masuk."
Padahal, kata dia, terowongan bisa membuat tata kota menjadi lebih baik. Terowongan juga bisa meminimalkan kendala pembebasan tanah yang kerap terjadi pada pembangunan infrastruktur.
Sekadar informasi, Hindia Belanda telah berhasil membangun terowongan panjang ratusan meter. Beberapa di antaranya Terowongan Wilhelmina di jalur kereta Banjar-Cijulang dengan panjang 1.208 meter, Terowongan Sasaksaat di Bandung barat (949 m), Terowongan Sawahlunto di Sumatera Barat (835 m), Terowongan Eka Bakti Karya di Malang (760 m), Terowongan Mrawan di Banyuwangi (690 m), dan Terowongan Lampegan di Cianjur (687 m).
YouTuber Edward Halim Minta Maaf ke Komunitas LGBTQ+, Imbas Dihujat Usai Hina Penjual Baju di Thailand
Baru-baru ini YouTuber asal Indonesia Edward Halim membagikan kontennya yang sedang jalan-jalan di Thailand. Konten tersebut pun langsung menjadi sorotan.
VIVA.co.id
8 Oktober 2026