KAI Hapus Kereta Kelas Bisnis

Pramuka Peduli Lebaran 2013
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVAnews - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menghapus kereta kelas bisnis. Nantinya, hanya ada dua kelas kereta yang beroperasi, ekonomi dan eksekutif.
img_title Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Reputasi Perusahaan, Pegadaian Raih Penghargaan Corporate Secretary Champion 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Kelas) bisnis dihapus," kata Dirut KAI, Ignasius Jonan, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu 18 Oktober 2014.
img_title HP Flagship 3 Tahun Lalu vs Mid-Range Baru, Mana yang Lebih Masuk Akal untuk Dipakai Sampai 2030?

Jonan mengatakan, penghapusan kereta kelas bisnis ini akan dilakukan bertahap selama tujuh tahun, seiring dengan program pengadaan 160 rangkaian kereta baru. Nantinya ratusan kereta lama, yang sudah berusia puluhan tahun ditarik, dan diganti dengan kereta baru tersebut.
img_title Keguguran 2 Kali, Syahrini Suntik Hormon Setiap Hari Agar Cepat Punya Anak

"Nantinya hanya ada dua kelas: ekonomi dan eksekutif," kata dia.

Jonan mengatakan yang membedakan dua kelas kereta tersebut adalah jumlah kursi. "Kalau ekonomi, satu gerbang ada 80 kursi. Kalau eksekutif ada 48 kursi," ungkapnya.

Sementara itu, Kahumas DAOP I Jakarta, Agus Komarudin, mengatakan bahwa ada alasan perusahaan pelat merah ini, menghilangkan kereta kelas bisnis.

"Pelayanannya tanggung. Dulu, kereta bisnis pakai kipas. Sekarang ada yang pakai AC. Terus, kursinya juga bolak-balik (maksudnya, menghadap dua arah, depan dan belakang)," kata Agus.

Dia mengatakan  penghapusan kelas ini akan dilakukan bertahap. "Idenya dari tahun 2010," ujarnya.

Menurut data KAI, ada 107 kereta api yang terdapat dalam lima kelas kereta, yaitu 14 kereta eksekutif, 5 kereta bisnis, 29 kereta ekonomi, 16 kereta campuran, dan 43 kereta lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau kelas bisnis dihapuskan, Agus mengatakan kereta-kereta yang ada di dalam kereta bisnis akan dialihkan ke kereta ekonomi dan eksekutif. "Rata-rata akan diganti ke kelas ekonomi AC," kata dia.

Rapat Komisi IX DPR dan Kepala BGN di Gedung DPR

BGN Anggarkan Rp232,50 Triliun Buat MBG, Sasar Siswa hingga Balita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap lembaganya mendapat pagu anggaran sebesar Rp240,20 triliun untuk tahun 2027. Anggaran tersebut turun imbas efisiensi

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut