'Indonesia Bukan Cuma Jakarta dan Bandung'

Pembangunan jalur kereta cepat.
Sumber :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak A

VIVA.co.id – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Epyardi, menilai, pembangunan kereta cepat lajur Jakarta-Bandung belum mendesak. Apalagi angkutan penumpang tersebut belum terintegrasi dengan jenis transportasi yang lain.

img_title Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Ungkap Nasib Perjalanan Kereta dan KA Bandara

"Kalau naik kereta cepat, setelah sampai Bandung harus harus naik kendaraan umum lagi, makan waktu lebih lama lagi. Kalau saya lebih milih naik kendaraan pribadi. Ke mana-mana di Bandung lebih gampang," kata Epyardi, Sabtu 23 Januari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, proyek ini akan menimbulkan masalah lain, yakni keadilan. Ia mempertanyakan pembangunan transportasi di daerah lain yang seperti tidak diperhatikan dengan baik.

img_title Karhutla Riau Mulai Terkendali, Siak Nihil Api dan Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Panas

"Apakah adil jika pemerintah hanya memikirkan transportasi di Jakarta-Bandung ketimbang transportasi di Indonesia bagian lain seperti Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Papua?" ujarnya.

Epyardi menilai, akan tidak adil jika pemerintah pusat hanya memikirkan untuk menyejahterakan ekonomi rakyat yang ada di sepanjang proyek tersebut. Sebab, menurut Epyardi, Indonesia tidak hanya sebatas Jakarta-Bandung.

img_title Titik Api di Kalimantan Bertambah, BNPB: Jarak Pandang Kurang dari 1 Km

"Indonesia bukan hanya Jakarta dan Bandung, Indonesia ini terdiri dari ribuan pulau," kata Epyardi.

Sidang kasus korupsi proyek pengerjaan perlintasan sebidang kereta di Jawa dan Sumatera

Eks Pejabat Kemenhub Patok Fee 5% ke Pemenang Proyek Perlintasan Kereta Sebidang di Jawa-Sumatera

Pejabat Kemenhub diduga mematok commitment fee 5 persen kepada perusahan yang dimenangkan dalam proyek pekerjaan perlintasan kereta sebidang Jawa Sumatra TA 2022

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut