Harga Minyak Melemah, BBM Idealnya Bisa Rp5500

Menunggu Isi Bensin
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air telah diturunkan sejak Januari 2016 lalu. Namun pemerintah seharusnya bisa kembali menurunkan harga BBM karena harga minyak mentah di pasar dunia terus merosot hingga ke level US$30 per barel.‎

img_title Toyota Innova Bisa Minum Etanol 100 Persen, Meluncur Oktober

Demikian menurut pengamat yang juga Direktur Eksekutif Institute of Development for Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati. ‎Dia menghitung, harga BBM saat ini seharusnya bisa turun hingga Rp5.500 per liter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah ini akan cukup terasa buat konsumen. Sekarang kan Rp7.050 per liter, kalau turun ke Rp5.600 berarti kan ada saving untuk pengeluaran yang lain," ujar Enny di Jakarta, Minggu 24 Januari 2016

img_title Bahlil Sindir Orang Kaya Pakai Pertalite: Mobilnya Bagus, Jangan Pakai BBM Bersubsidi!

‎Ia juga menjelaskan, untuk menurunkan harga BBM, melihat kondisi saat ini pemerintah tidak perlu menunggu tiga bulan untuk menurunkan harga BBM. Karena pemeritah diharapkan tidak‎ lagi menggunakan asumsi bisnis as usual.

"Ketika kita mengambil suatu solusi dari masalah atau kebijakan ini kan harus disertakan apa kondisi yang melatarbelakangi," kata Enny.

img_title Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Akan Naik Sampai Akhir 2026

Dengan turunnya harga BBM itu dinilai bisa berefek domino kepada kebutuhan masyarakat lainnya, seperti turunnya ongkos transportasi. Meski begitu, ini harus‎ dikalkulasi terlebih dahulu Pertamina, pemerintah dan dewan transportasi.

"Karena biasanya angkutan umum tidak mau serta merta turun. Nah, itu yang mereka harus duduk bareng," ujar dia. (ren)

Ilustrasi SPBU Pertamina

Pertamina Pastikan Isu Kenaikan Harga Pertalite yang Beredar di Medsos Hoaks

Pertamina Patra Niaga mengatakan informasi mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang beredar di media sosial (medsos) hoaks.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut