JK: Bunga Kredit Indonesia Masih yang Tertinggi di ASEAN

Ilustrasi kredit kepemilikan rumah.
Sumber :

VIVA.co.id – Anjloknya harga komoditas global membuat pemerintah harus memutar otak untuk menemukan pendorong lain guna berkontribusi lebih kepada pertumbuhan ekonomi domestik.

img_title OJK Siapkan 5 Jurus Baru Perkuat Perbankan hingga 2030, Kredit Tumbuh 13,65 Persen

Salah satu yang saat ini ingin digenjot adalah bagaimana mempercepat pembangunan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, suku bunga perbankan yang terlampau tinggi dianggap masih menjadi kendala utama terhambatnya pembangunan infrastruktur. Para pengembang akan berpikir dua kali untuk berekspansi, karena mahalnya bunga kredit pinjamam yang ditawarkan perbankan.

img_title Pemerintah Yakin Pertumbuhan Kredit Tetap Tumbuh Dua Digit hingga Akhir 2026, Ini Alasannya

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menegaskan, suku bunga kredit Indonesia saat ini masih menjadi salah satu suku bunga tertinggi di negara-negara kawasan ASEAN. Menurutnya, tidak ada negara manapun yang bisa maju dengan suku bunga yang tinggi.

“Saat ini, bunga (kredit) kita tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan harus tinggi, tapi bunga jangan tinggi. Karena, tidak ada negara maju dengan bunga tinggi,” ujar Wapres saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu 13 Februari 2016.

img_title FOMC Terakhir Powell, The Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,5 Persen

Wapres menegaskan, suku bunga di Indonesia tidak jauh berbeda dengan suku bunga kredit Thailand yang berada di kisaran 11 sampai dengan 12 persen.

Mantan Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pun menargetkan, tingkat suku bunga dapat diturunkan hingga berada di kisaran 7,5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tahun depan, bunga akan kami turunkan (menjadi) 7,5 persen. Ini agar perumahan menjadi bagian yang baik bagi kita semua,” jelasnya.

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu Bank Indonesia telah menurunkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 0,25 basis poin (bps) menjadi 7,25 persen. Namun, langkah itu tidak diikuti oleh perbankan nasional.

Papan elektronik pergerakan IHSG beberapa waktu lalu.

IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

IHSG ditutup menguat 0,95 persen ke 5.439,26 pada sore ini, Jumat 23 Oktober 2026. Investor mencermati sentimen global, kredit perbankan, dan aturan baru BEI.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut