Kopi Indonesia Makin Digandrungi Konsumen AS

coffee
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Nama kopi Indonesia seperti kopi Sumatera, Sulawesi, Jawa dan Bali semakin dikenal di Amerika Serikat (AS). Gerai kopi ternama, Starbucks tak luput menyajikan kopi Indonesia untuk para penikmat kopi. Gerai asal Amerika Serikat tersebut menyediakan pilihan single  origin dan reserve coffee Indonesia. 

img_title Tarik Investor, Festival Kampung Kopi dan Coklat Digelar
Sementara gerai besar lainnya, Coffee Bean & Tea Leaf menawarkan Bali Kintamani single  origin. Ada lagi kopi Frank Sumatra dari Hot Box Roaster. Sementara, Stumptown Coffee memilih single origin kopi Toraja Sulawesi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Tingkatkan Ekspor Kopi, RI Gandeng Kamar Dagang Inggris
“Hampir 60 persen orang dewasa di AS minum kopi setiap hari. Rata-rata mereka menghabiskan 3 cangkir kopi. Ini merupakan pangsa pasar yang besar,” kata Konsul Jenderal RI, Umar Hadi di Los Angeles, Amerika Serikat  sebagaimana rilis  yang diterima VIVA.co.id, Sabtu 26 Maret 2016.
 
img_title Ragam Kopi Nusantara
Keragaman kopi Indonesia membuat hal tersebut menjadi penting dalam membentuk branding Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik. Bahkan menurut Umar Hadi diplomasi antarnegara bisa melalui branding tersebut. "Perlu terus dipromosikan," katanya.
 
Indonesia pada tahun 2016 ini ditetapkan sebagai Portrait Country oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). SCAA merupakan pameran kopi terbesar di AS yang digelar tiap tahun.
 
Sementara Konsulat Jenderal RI Los Angeles dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles bekerja sama dengan perusahaan roasting kopi Blue Flame Coffee mengadakan acara Apresiasi Kopi Indonesia pada tanggal 26 Maret 2016 di kota Huntington Beach sebelah selatan Los Angeles.
 
Acara ini sekaligus merupakan peluncuran Blue Flame Coffee yang dikelola oleh seorang anak muda asal Indonesia di California Selatan yang bernama Michael Widjaja. Perusahaan Michael Widjaja diharapkan menjadi salah satu contoh keberhasilan diaspora muda dalam memasarkan produk  Indonesia di AS. 
 
“Perwakilan Pemerintah Indonesia di Amerika Serikat akan terus mendorong para diaspora untuk terjun ke dalam lingkaran jalur distribusi produk Indonesia. Bukan hanya sekedar mengkonsumsi produk Indonesia,” jelas Kepala ITPC Los Angeles, Arief Wibisono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Sementara menurut Michael Widjaja, langkahnya terjun ke bisnis kopi ini terinspirasi dari karakteristik kopi Sumatera yang sangat unik. Dia mengatakan kopi Sumatera memang sejak lama sudah merebut hati para konsumen kopi di negeri Abang Sam tersebut.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut