Pembangunan Desa Tak Bisa Dilakukan dengan Cara Ini

Ilustrasi petani.
Sumber :
  • CNBC

VIVA.co.id – Indonesia menjadi model pengembangan pemerintahan desa oleh dunia. Pengembangan ini mencakup penggunaan dana desa, fokus dalam mengelola komoditas unggulan, hingga pengelolaan usaha pascapanen.

img_title Dikenalkan Teknologi Smart Solar Biomass Drye, Petani Pala di Papua Barat Kini Tak Bergantung Lagi pada Matahari

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo, semua negara akan tertuju pada Indonesia bila berhasil menciptakan kemandirian desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, dana desa yang sudah tersalur rata-rata sebesar Rp600 juta-Rp800 juta. Artinya, kata Eko, dana desa ditambah dengan dana lainnya yang diambil dari anggaran kabupaten/kota atau provinsi, maka sebenarnya satu desa menerima lebih dari Rp1 miliar.

img_title Kawal Aksi Petani di Gedung DPR, Sebanyak 448 Polisi Dikerahkan

"Tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul yang namanya swalayan atau pertokoan desa. Inilah yang membangkitkan pemberdayaan ekonomi desa," ujar dia, dalam keterangan pers, Rabu, 28 September 2016.

Tak hanya itu, Eko mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki bonus angkatan kerja yang besar. Tak pelak, bonus ini harus dimanfaatkan untuk menyerap tenaga kerja, salah satunya, memanfaatkan dana desa.

img_title Melonjak 12 Persen, Program Pestani Bikin Petani Nganjuk Panen Bawang Merah 20 Ton Per Hektare

Eko lalu bercerita kalau ciri-ciri dari desa maju ada dua hal. Penguatan pertahanan dan keamanan, serta penanganan usaha pascapanen.

"Pembangunan desa tidak bisa dilakukan dari atas ke bawah (top down). Para pemangku kepentingan desa dan masyarakat harus terlibat dan paham kebutuhannya sendiri," jelasnya.

Oleh karena itu diperlukan terobosan dengan membuat suatu usaha yang berimbas besar pula.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai penanganan usaha pascapanen, Eko menambahkan apabila suatu desa tidak memiliki produk unggulan, maka berdampak ke harga jual yang rendah.

"Jadi, harga produksi mahal tapi harga jual rendah. Kalau begini caranya, sampai kapan petani desa bisa makmur?" kata dia.

Panen raya 7.000 petani jagung di tengah ancaman El Nino

Hadapi El Nino, 7.000 Petani Jagung Bersama Bayer Sukses Tingkatkan Panen hingga 15 Persen

Peringatan Hari Tani Nasional 2026 membawa angin segar bagi sektor pertanian Tanah Air. Di tengah ancaman El Nino, ribuan petani jagung sukses mencatat kenaikan panen.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut