Opera Kecoa, Cermin Realitas Kehidupan
Produksi ke-146 Teater Koma ini digelar pada 10-20 November 2016 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Hadir pada acara nonton bareng ini General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati.
Bakti BCA melalui pilar Solusi Cerdas, kata Inge, tidak hanya memberikan bantuan materil dan mendukung para penerima beasiswa dan anak karyawan untuk berprestasi dalam pendidikan formal, namun kami juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter mereka supaya kelak dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat.
Salah satu wadah yang baik dan dekat dengan generasi muda adalah teater. Banyak nilai dan pembelajaran yang dapat diperoleh dari seni teater. Mulai dari alur cerita yang menjelaskan pesan moral pembelajaran sampai dengan keindahan seni yang merangsang daya imajinasi dan kreativitas.
”Pertunjukan yang ditampilkan dalam bentuk nyanyian dan gerak khas Teater Koma ini akan menyuguhkan pesan moral yang baik untuk mahasiswa dan anak karyawan yang hadir. Sama seperti para tokoh yang melakoni perjuangan hidup dan hanya punya dua pilihan, generasi muda pun hanya memiliki dua pilihan: bertahan atau tersingkir dalam kehidupan,” ujar Inge Setiawati di Taman Ismail Marzuki (11/11/2016).
Program nonton bareng pertunjukan karya Teater Koma ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan BCA. Pada Maret lalu, BCA mengajak 100 siswa-siswi 3 (tiga) SMA Sekolah binaan Bakti BCA yang berasal dari SMAN 3 Serang, SMAN 1 Gadingrejo, dan SMAN 1 Karangmojo, beserta para guru pendamping untuk menyaksikan pertunjukan karya Teater Koma yang ke 143 berjudul Semar Gugat.
Dengan Teater Koma sendiri, BCA telah mendukung pelaksanaan pertunjukan karya Teater Koma, di antaranya pada Semar Gugat, Opera Ular Putih, Republik Cangik, Demonstran, Sie Jin Kwie, Sampek Engtay, dan Ibu. ”Seluruh dukungan BCA kepada Teater Koma merupakan komitmen kami dalam melestarikan dan mendukung pengembangan budaya nasional, seni, sekaligus membentuk karakter bangsa Indonesia,” kata Inge. (webtorial)