PT Pos Angkat 6.000 Karyawan Tetap meski Kurang Sehat

Kantor PT Pos Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA.co.id - PT Pos Indonesia (Persero) boleh saja kurang sehat, lebih-lebih menghadapi kecanggihan teknologi informasi. Tapi bukan berarti Badan Usaha Milik Negara itu tidak memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Baru-baru ini, PT Pos mengangkat 6.000 karyawan kontraknya menjadi karyawan tetap.

img_title Masih Kurang, Mensos Gus Ipul Bakal Rekrut 5.000 Guru Baru untuk Sekolah Rakyat

Informasi itu disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja Pos Indoneia (SPPI), Jaya Sentosa, dalam acara Musyawarah Nasional V SPPI di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu malam, 4 Desember 2016. Hadir di acara itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul); anggota Fraksi PDIP DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka, dan perwakilan manajemen PT Pos.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jaya Santosa mengatakan, enam ribu karyawan kontrak PT Pos berhasil diperjuangkan SPPI menjadi karyawan tetap tahun ini. Ada separuh dari total karyawan PT Pos yang masih diperjuangkan. "SPPI berupaya memperjuangkan kesejahteraan karyawan. Terserah statusnya PNS atau setara PNS, yang penting meski pangkat kopral tapi gaji jenderal," ujarnya.

img_title Mensos Targetkan 60 Gedung Sekolah Rakyat Permanen Rampung Akhir Juni 2026

Wakil Gubernur Saifullah mengapresiasi kebijakan PT Pos yang mengangkat enam ribu karyawan kontraknya menjadi karyawan tetap. "PT Pos bukan perusahaan yang sehat-sehat amat. Tapi saya puji di tengah banyaknya perusahaan mem-PHK karyawannya, PT Pos justru mengangkat ribuan karyawannya," ujarnya.

Saifullah menilai capaian itu diperoleh karena hubungan baik karyawan dengan perusahaan. Karyawan ikut memikirkan kemajuan perusahaan, begitu pula sebaliknya dengan perusahaan. "Kalau hubungan karyawan dengan perusahaan tidak baik, banyak karyawan tumpah ke jalan (unjuk rasa). Itu tidak baik buat perusahaan sendiri," katanya.

img_title Mensos Gus Ipul Ngaku Dapat Banyak Masukan dari KPK soal Sekolah Rakyat

Tantangan PT Pos, kata Wakil Gubernur, sangat besar. Perusahaan yang mengurus jasa pengiriman surat-menyurat dan barang itu berhadap dengan kecanggihan teknologi informasi. "Karyawan dan perusahaan harus memikirkan bersama-sama agar perusahaan tetap eksis," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rieke menilai PT Pos punya peran besar dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Pemerintah harus memberikan perhatian dengan membuka peluang yang besar untuk eksistensi PT Pos. "Karena saya dengar di BPJS, misalnya, BPJS menggandeng PT Pos secara resmi, tapi ada perusahaan-perusahaan tertentu yang justru menikmati," ujarnya.

Musyawarah Nasional V SPPI diikuti seluruh pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Total peserta plus peninjau sebanyak 318 orang. Selain membahas program kerja, di acara yang berlangsung sampai Rabu, 7 Desember 2016, itu juga akan memilih Ketua Umum SPPI periode mendatang.

Ilustrasi karier.

Deretan Peluang Karier Makin Luas di Tanah Air: dari Ritel hingga Teknologi Informasi

Peluang karier di Indonesia makin luas, dari ritel, jasa, dan pariwisata hingga ekonomi digital serta teknologi informasi yang membutuhkan keterampilan baru dan adaptif.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut