Turki Garap Proyek Pembangkit Listrik di Aceh

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, tandatangan MoU dengan dua perusahaan asal Turki.
Sumber :
  • Dani Randi (Aceh)

VIVA.co.id – Dua perusahaan asal Turki yang bergerak dalam bidang energi, Hitay Holding AS dan Aksa Enerji Uretim AS, meneken perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk menggarap pembangkit listrik tenaga panas bumi.

img_title Rosan Ungkap Separuh Investasi RI Kuartal II 2026 Berasal dari Asing, Tembus Rp257,7 Triliun

Menurut Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Chairman Perusahaan Hitay Holding, Mehmet Emin Hitay, dan Direktur Perusahaan Aksa Enerji Uretim, Nesim Ibrahimhakkioglu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan Hitay sebagai investor akan mengembangkan proyek geothermal untuk pembangkit energi panas bumi di Aceh.

img_title Prabowo: Saya Tak Takut Jokowi, Beliau Punya Banyak Prestasi yang Harus Diakui

“Hitay akan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk mendapatkan izin survei pendahuluan dan eksplorasi, guna pengembangan aset panas bumi serta mengatur pembiayaan proyek tersebut,” kata Mulyadi dalam pesan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Senin 25 September 2017.

Selain itu, Perusahaan Hitay akan melaksanakan pengembangan situs melalui kontraktor yang andal untuk pengeboran dan kontruksi. Sedangkan Perusahaan Aksa Enerji Uretim akan menggandeng perusahaan lainnya, yaitu Enersis, untuk pengelolaan.

img_title Rosan Pede Peran Strategis RI di ASEAN Bisa Rebut Arus Investasi Asing Berkualitas

“Aksa dan Enersis akan menyediakan semua teknologi, barang dan jasa yang diperlukan untuk investasi serta pengoperasian pembangkit listrik,” ujarnya. (ren)

Presiden Prabowo

Prabowo Tegaskan Semua Investasi di Indonesia Bakal Diamankan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen menghormati dan mengamankan seluruh investasi yang ditanamkan di Indonesia dari mana pun asalnya.

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut