Setelah Lotus Tutup, Bakal Ada Lagi Ritel Bernasib Serupa

Tutup, Lotus Justru Diserbu Warga
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

VIVA – Beberapa hari belakangan banyak media mempublikasikan Lotus department store yang 'menemui ajal' dan mengakhiri bisnisnya. Menurut, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, keputusan untuk menutup toko adalah langkah bijak.

img_title Deretan Peluang Karier Makin Luas di Tanah Air: dari Ritel hingga Teknologi Informasi

Ini lantaran berjualan ritel secara offline memang mulai terasa berat. Sehingga pengusaha yang sudah menjalankan roda bisnisnya dari awal mulai mengalami titik redup, dan bisa saja memutuskan untuk melakukan cut cost.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi buat perusahaan ritel ini bukan hanya butuh semalam terus langsung jadi. Perlu proses, kemudian konsep sampai ini perusahaan atau toko ritel bertumbuh dengan baik. Kalau pengusaha lihat titik terang sudah mulai meredup, pasti mereka akan cut cost," kata Tutum, di Cikini, Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.

img_title Rupiah Memerah di Rp 17.513 Namun Diprediksi Menguat Ditopang Konsumsi Domestik & Keyakinan Konsumen

Pemotongan dana usaha, kata Tutum, bisa dilakukan dengan beragam cara, di antaranya dengan mengurangi jumlah toko ritel yang kurang bisa berjalan secara maksimal atau cara paling ekstrem adalah menutup atau menyudahi usaha ritel itu secara keseluruhan.

Tutup, Lotus Justru Diserbu Warga

img_title Mendag Busan Sebut 60 Persen Produk Lokal dan UMKM Sudah Dijual di Ritel Modern

"Cut cost bisa dengan menutup toko untuk efisiensi, atau sekalian tutup sama perusahaan biar enggak rugi-rugi banget. Ada beberapa teman-teman sudah konfirmasi ke saya, tapi saya enggak bisa mendahului mereka dengan menyebut brand-nya di sini, mereka bilang akan menutup sejumlah toko, akan dikurangi," kata dia.

Tutum mengakui, untuk menjalani roda bisnis ritel secara offline saat ini bukan perkara mudah. Pengusaha harus mengikuti regulasi yang sudah dibuat, mulai dari ketentuan bangunan, hingga aturan terkait konten atau barang-barang yang dijual dalam toko tersebut.

Tutup, Lotus Justru Diserbu Warga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita cerita toko offline aturannya sudah ada, sejak kami membuka toko, tidak kurang dari 50 izin harus dipenuhi. Belum lagi saat start berjualan, harus ada perangkatnya, harus ada membayar sewa, ada karyawan, mengikuti seluruh aturan, termasuk perizinan barang yang dijual. Itu harus kami patuhi," kata Tutum.

Kredit Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Kroger

Buntut Fenomena AI Gantikan Pekerja, Raksasa Ritel Ini PHK 3.000 Karyawan

Raksasa ritel AS Kroger berencana PHK 3.000 karyawan korporat dalam tiga tahun saat memperluas penggunaan AI untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan efisiensi.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut