Jangan Biarkan Mereka Mencekik Leher Anda

VIVAnews - Tingkat kekerasan pria terhadap wanita boleh dikata masih tinggi. Bentuknya beragam. Namun, salah satu yang paling banyak dilakukan pria adalah mencekik leher. Padahal tindakan ini bisa berakibat fatal.

Pakar psikologi, Nancy Glass, PhD, dari Asosiasi Profesor Johns Hopkins University School of Nursing, mengatakan, cekikan bisa memicu kematian. Dalam studinya yang dipublikasikan Journal of Emergency Medicine tahun 2008 menunjukkan, seorang yang tersedak akibat cekikan memiliki risiko kematian tujuh kali lipat.

"Kami melihat apakah percobaan pencekikan adalah faktor risiko tertinggi penyebab kematian pada wanita. Dan setelah kami teliti, ya, itu benar-benar penyebab pembunuh utama." Bahkan jika tidak mati, cekikan dapat menyebabkan kerusakan otak, kerusakan kognitif, dan meningkatkan risiko stroke.

Penting bagi kaum wanita untuk memahami trik agar tak tersedak saat menerima cekikan dalam sebuah pertengkaran dengan pasangan.

Direktur Women Strength, Sara Johnson, yang juga feminis program pertahanan diri Biro Polisi Portland, mengatakan, ada banyak teknik yang bis Anda lakukan untuk melepaskan diri dari tersedak akibat cekikan. Yang utama adalah perlunya intuisi bela diri untuk melawan pria. "Begitu banyak wanita telah berjuang dari penyerangan pria tanpa harus pernah mengambil kelas pertahanan diri."

Jika merasa tersedak, segera hubungi polisi atau berteriak sekencang mungkin agar bisa menjadi sinyal tanda bantuan bagi orang yang mendengar. Ini penting agar Anda bisa bebas. Karena banyak wanita terlambat mendapatkan pertolongan karena terlalu lama minta bantuan dan terlalu lama bertindak. Dan minta tolong adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan jiwa Anda.

img_title Timnas Indonesia Harus Waspada! Singapura Punya Senjata Mematikan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Bung Towel dalam Diskusi PSSI Pers terkait naturalisasi di Kantor Kemenpora

Bung Towel Pertanyakan Sebutan 'Skuad Mewah' Timnas Indonesia: Naturalisasi Bukan Segalanya

Pengamat sepakbola, Bung Towel mempertanyakan label skuad mewah untuk Timnas Indonesia. Menurutnya, banyaknya pemain naturalisasi bukan satu-satunya ukuran kekuatan tim.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut