Putera Mahkota Djarum, Pewaris Taipan Kaya

armand Hartono, pewaris takhta Grup Djarum
Sumber :
  • klikbca.com

VIVAnews - Ucapan selamat datang disampaikan oleh jajaran Direksi PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kepada Armand Wahyudi Hartono pada April ini.

Ucapan selamat datang itu disampaikan Presiden Direktur BCA, Djohan Emir Setijoso seiring dengan paparan kinerja 2009 dalam laporan keuangan yang dipublikasikan April ini.

"Armand Hartono akan bertanggung jawab sebagai Direktur pengembangan operasi dan jaringan BCA," ujar Setijoso dalam laporan keuangan itu.

Pertumbuhan kinerja BCA pada 2009 sudah cukup bagus. BCA berhasil membukukan laba bersih Rp 6,8 triliun. Tingkat pengembalian atas aktiva (ROA) tercatat 3,4% dan pengembalian atas ekuitas (ROE) 31,8%. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) 50,3%, sedangkan rasio modal (CAR) masih di posisi 15,3%.

"Pada 2010 ini, BCA akan menerapkan tiga strategi utama yakni pertumbuhan, kualitas dan efisiensi," ujarnya.  

Untuk menjalankan strategi utama itulah, Armand Hartono bakal berperang penting, setidaknya dalam mendorong pertumbuhan. Apalagi, BCA yang sebelumnya pernah berada posisi kedua sebagai bank dengan aset terbesar di tanah air, kini sudah disalip oleh BRI.

Armand adalah putra bungsu Budi Hartono, bos Grup Djarum yang sudah berusia 69 tahun. Duet bersaudara Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono (70) merupakan dua pemegang saham pengendali BCA.

Meski sebagai anak pemilik, Armand tergolong orang baru di jajaran manajemen BCA. Usianya masih relatif muda, baru kepala 3. Namun, sejak enam bulan lalu, tepatnya 14 September 2009, ia menempati posisi Direktur BCA.

Sebenarnya, Arman sudah berkecimpung di BCA sejak enam tahun lalu. Ia menjabat sebagai Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA dari 2004 hingga 2009. Di sini, Armand dianggap berperan dalam menerapkan filosofi layanan, fokus pelanggan serta bagaimana mengelola karyawan.

Sebelum bergabung dengan BCA, sepanjang 1998 - 2004, ia pernah memangku sejumlah jabatan manajerial di Djarum, perusahaan rokok papan atas di Indonesia. Ia menempati sejumlah posisi, mulai dari Direktur Keuangan, Deputy Purchasing Director dan Kepala Sumber Daya Manusia.

Setelah lulus dari sekolah di luar negeri, ia sempat mengenyam pengalaman sebagai analis di Global Credit Research and Investment Banking, JP Morgan Singapura selama setahun, dari 1997 hingga 1998.

Armand memperoleh gelar sarjana dari Universitas California, San Diego pada 1996. Kemudian, meraih gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Universitas Stanford, Amerika Serikat pada 1997.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Baru Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Pastikan Pencalonan Indonesia di DK PBB
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut