Indonesia Kurang Pakar Gempa Bumi

VIVAnews - Indonesia merupakan daerah rawan bencana, mulai gempa bumi, tsunami, puting beliung, erupsi volkano, longsor sampai banjir. Namun hanya sedikit pakar yang bergerak di bidang itu, terutama ahli gempa bumi.

img_title Program Polisi Peduli Pengangguran, Polrestabes Medan Latih Ratusan Pencari Kerja

“Pakar gempa bumi di Indonesia tidak lebih dari 10 orang, padahal Indonesia sangat berpotensi terjadi gempa bumi,” kata Supartoyo, peneliti pemetaan madya di Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di Yogyakarta, Sabtu 20 Desember 2008.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan sampai kini belum ada universitas yang membuat fakultas atau jurusan gempa bumi. Menurut dia, Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Sebab, kata dia, wilayah ini terletak di tiga pertemuan lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng benua Eurasia, samudera Indo-Australia dan lempeng samudera Pasifik. “Hal tersebut mengakibatkan sumber gempa bumi di laut maupun di darat,” ujar Supartoyo.

img_title Main Sore Ini! Cara Nonton Megawati Hangestri di Liga Voli Korea, Cek Jadwal dan Link Streaming

Lempeng Eurosia, kata dia, bergerak sangat lambat ke arah tenggara dengan kecepatan 0,4 sentimeter per tahun. Lempeng samudera Indo-Australia bergerak ke arah utara dengan kecepatan 7 sentimeter per tahun. Sedangkan lempeng samudera Pasifik merupakan lempeng dengan gerakan paling cepat, yaitu 11 sentimeter per tahun menuju arah barat. “Setiap tahun terjadi 5 hingga 12 kali gempa bumi yang merusak Indonesia,” kata dia.

Namun tiga lempeng itu tidak hanya menimbulkan kerusakan. Ada dampak positif yang ditimbulkan, yaitu berupa cekungan hidrokarbon atau minyak dan gas bumi, potensi energi panas bumi, mineral logam, hasil tambang dn tanah yang subur akibat endapan batuan rombakan gunung api muda.

img_title ASN di Papua Ditikam KKB dari Belakang, Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Untuk mengatasi dampak negatif, kata Supartoyo, harus dilakukan mitigasi bencana gempa bumi untuk mengurangi risiko yang diakibatkan oleh gempa bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penataan ada dua cara, nonstrukturl yaitu penataan ruang yang berbasis kebencanaan gempa bumi, peningkatan kemampuan dan kesadaran masyarakat yang bermukim di wilayah gempa,” kata dia.

Laporan Rahardian Yogyakarta

Toyota Sienta vs Honda Freed

Punya Duit Rp120 Juta, Mending Beli Honda Freed atau Toyota Sienta Bekas?

Honda Freed dan Toyota Sienta bekas kini ditawarkan mulai Rp123 jutaan. Simak perbandingan harga, spesifikasi mesin, fitur, dan keunggulan kedua mobil keluarga pintu gese

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut