Rela Sakit Demi Korset Tindik

Korset Tindik
Korset Tindik
Sumber :
  • daily mail

VIVAnews - Untuk bisa tampil unik, cara seekstrim apapun akan dilakukan. Bukan hanya tato atau tindik pusar, kini ada lagi gaya baru menghias tubuh, yaitu korset tindik.

Gaya tindikan yang  populer di Inggris ini, bentuknya menyerupai korset yang bisa diaplikasikan di bagian punggung belakang, rusuk, bahkan tenggorokan.

Tekniknya dengan melakukan tindik pada bagian tubuh yang diinginkan lalu memasukkan cincin logam dalam tindikan hingga kembali menembus ke luar kulit. Lalu, dipasangkan pita hingga terlihat seperti bentuk korset.

Biaya untuk melakukan prosedur ini sekitar £300 atau Rp4,2 juta. Tetapi seorang ahli bedah kosmetik memperingatkan bahwa teknik ini sangat berbahaya. Selain menyakitkan dan mengerikan, tindakan ini juga bisa merusak kulit dan berisiko infeksi.

Meskipun terlihat mengerikan, modifikasi tubuh gaya korset tindik ini jadi tren dan banyak dilakukan para anak muda di Inggris. Efek rasa sakit yang timbul dari prosedur korset tindik berlangsung cukup lama. Minimal selama satu jam setelah tindikan. Setelah beberapa minggu, bekas luka pun akan timbul.

Tren ini menjadi fenomena modifikasi menghias tubuh terbaru. Menurut para ahli tindik, korset tindik semakin populer karena makin banyak orang yang berani dengan tantangan rasa sakit yang ditawarkan.

Konsultan ahli bedah plastik, Kevin Hancock, anggota dewan dari Asosiasi Bedah Plastik Estetika Inggris, yang bekerja di Rumah Sakit Spire Murrayfield, Merseyside, heran melihat teknik tindik ekstrim ini banyak diminati.

"Untuk beberapa kasus, bisa timbul jaringan kulit berlebih dan mengakibatkan tampilan seperti benjolan merah yang permanen," katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

Prosedur tindik ini juga bisa menyebabkan keluarnya banyak darah, dan menyebabkan infeksi. Banyak orang ingin melakukan prosedur ini karena ingin terlihat cantik atau sekedar ingin merasakan sakitnya tindikan.

Laura Hunt adalah salah seorang yang menawarkan modifikasi tubuh korset tindik dan tato. Ia membuka studio tindik bernama Dragstrip, di Southampton, Hampshire, dengan tawaran biaya £5 atau Rp70 ribu per lingkaran.

Wanita 25 tahun ini, juga telah melakukan prosedur korset tindik pada tubuhnya. Ia menegaskan bahwa teknik ini tidak berbahaya.

“Korset tindik menjadi lebih populer, karena banyak orang ingin tampil berbeda. Ini tidak berbahaya karena bagian tubuh yang ditusuk hanya permukaan saja dan tidak masuk cukup dalam,” kata Hunt.

Untuk mencegah infeksi, biasanya luka yang terbuka akibat tindikan segera dibersihkan, seperti prosedur tindik lainnya. "Prosedur ini hanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu dan setelah itu akan tumbuh kulit baru dan meninggalkan bekas luka sedikit merah," kata Hunt.

Ia mengatakan, setiap hari banyak orang dari berbagai kalangan melakukan korset tindik. Bukan hanya anak muda tetapi juga seorang ibu berusia 45 tahun.

"Banyak pula siswa yang melakukan prosedur ini sebagai bagian dari bentuk seni. Yang lainnya bahkan menyukai modifikasi tubuh ini karena mereka ingin tampil menarik untuk acara tertentu," kata Hunt. (pie)